Wembanyama Diusir Keluar Lapangan, Spurs Tumbang dari Timberwolves
Selasa, 12 Mei 2026, 00:15 WIBLOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT â Bintang muda San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, mendapat eject pertama dalam karier NBA-nya setelah dinilai menyikut pemain Minnesota Timberwolves, Naz Reid, pada laga playoff yang berakhir dengan kekalahan Spurs 109-114, Senin (11/5).
Pebasket asal Prancis berusia 22 tahun itu dikeluarkan dari pertandingan pada kuarter kedua setelah wasit menjatuhkan hukuman flagrant foul level two akibat kontak yang dianggap berlebihan dan tidak perlu.
Insiden terjadi saat Timberwolves unggul tipis 36-34 dengan 8 menit 39 detik tersisa di kuarter kedua. Wembanyama yang berhasil mengamankan offensive rebound terlibat duel fisik dengan Jaden McDaniels dan Reid.
Dalam situasi tersebut, McDaniels bertabrakan dengan Wembanyama yang kemudian berputar sambil mengangkat siku kanannya ke belakang hingga mengenai rahang Reid dengan keras.
Wasit langsung menghentikan pertandingan dan meninjau ulang tayangan video sebelum memutuskan memberi hukuman eject otomatis kepada Wembanyama.
Menariknya, pemain bertinggi 2,24 meter itu sempat terlihat kebingungan dengan keputusan wasit dan bahkan bertanya kepada rekan setimnya, Harrison Barnes, mengenai arti hukuman tersebut.
Setelah memahami dirinya harus meninggalkan lapangan, Wembanyama menyalami seluruh rekan setimnya sebelum berjalan menuju ruang ganti.
Meski kehilangan pemain andalannya, Spurs sempat mampu menjaga permainan dan bahkan unggul delapan poin pada awal kuarter keempat.
Namun Timberwolves berhasil bangkit pada periode akhir pertandingan untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam format best-of-seven playoff NBA.
Sebelum diusir keluar lapangan, Wembanyama hanya mencatat empat poin dan empat rebound. Catatan itu jauh menurun dibanding performa impresifnya pada gim ketiga ketika ia mencetak 39 poin untuk membawa Spurs menang.
Pelatih Spurs, Mitch Johnson, membela pemain mudanya dan menilai aksi tersebut bukan dilakukan dengan sengaja.
Menurut Johnson, Wembanyama hanya bereaksi terhadap permainan fisik agresif yang terus diterimanya sepanjang seri playoff melawan Timberwolves.
âLevel permainan fisik yang diterimanya sangat tinggi. Pada titik tertentu dia harus melindungi dirinya sendiri,â kata Johnson. âDi setiap permainan dan di setiap area lapangan, lawan terus mencoba memaksakan kontak fisik terhadap dirinya.â
Johnson juga menegaskan bahwa Wembanyama dan Spurs selama ini jarang mengeluh soal perlakuan keras lawan, tetapi menurutnya pemain setinggi itu seharusnya mendapat perlindungan lebih dari wasit.
âDia tidak pernah mengeluh. Kami juga tidak mengeluh. Tetapi pada akhirnya dia harus melindungi dirinya sendiri, dan insiden seperti ini bisa terjadi,â lanjut Johnson.
NBA masih dapat meninjau ulang insiden tersebut dan menjatuhkan hukuman tambahan berupa denda atau bahkan skorsing untuk pertandingan berikutnya.
Namun Johnson menilai hukuman tambahan akan menjadi keputusan yang berlebihan. âKalau masih ada hukuman tambahan, itu akan terasa konyol,â tegasnya.
Spurs dijadwalkan kembali menjamu Timberwolves pada gim kelima, Rabu mendatang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Gilgeous-Alexander, Wembanyama, dan Jokic Masuk Finalis MVP NBA
-
Akselerasi Pembentukan Perda Daerah Khusus Jakarta
-
Justin Bieber Bawakan Deretan Lagu Hits Lama dan Baru di Ajang Coachella 2026
-
Manchester United Didorong Rekrut Kone, Roma Siap Lepas Gelandang Asal Prancis di Bursa Transfer Musim Panas
-
Jepang Berupaya Tingkatkan Anggota Pasukan Perempuan
-
BKHIT Maluku Pastikan Standar Ekspor Udang Vaname ke Tiongkok
-
Hadiah Wimbledon Naik 20 Persen, Juara Tunggal Kantongi 73 Miliar Rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.