Krisis dan Badai Cedera Ancam Posisi Atletico

Selasa, 12 Mei 2026, 01:25 WIB

MADRID - Musim yang sempat menjanjikan perlahan berubah menjadi periode penuh tekanan bagi Atletico Madrid. Di saat persaingan menuju akhir musim La Liga memasuki fase penentuan, tim asuhan Diego Simeone justru dihantam krisis performa dan badai cedera yang mengancam posisi mereka di zona Liga Champions.

Kekalahan demi kekalahan mulai mengikis kepercayaan diri Los Colchoneros. Atletico akan datang ke markas Osasuna di Estadio El Sadar, Rabu (13/5) dini hari WIB, dengan situasi yang jauh dari ideal setelah tumbang 0-1 dari Celta Vigo di kandang sendiri pada akhir pekan lalu.

Ket. Foto: Penyerang Atletico Madrid asal Prancis bernomor punggung 07, Antoine Griezmann. — Sumber: AFP/Javier SORIANO

Hasil itu memperpanjang periode suram Atletico setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Arsenal. Musim yang beberapa bulan lalu masih membuka peluang trofi kini terancam berakhir tanpa gelar. Sedangkan posisi mereka di empat besar klasemen juga belum sepenuhnya aman.

Atletico saat ini menempati peringkat keempat La Liga dengan koleksi 63 poin hasil 19 kemenangan, enam imbang, dan 10 kekalahan. Dengan kompetisi hanya menyisakan tiga pertandingan, tekanan semakin besar karena jarak dengan para pesaing di bawah mereka tidak terlalu jauh.

Yang paling mengkhawatirkan bagi Simeone adalah performa tandang timnya. Dari 17 laga tandang musim ini, Atletico hanya mampu mencatat lima kemenangan dan sudah menelan tujuh kekalahan. Dalam enam partai tandang terakhir, mereka bahkan kalah empat kali.

Catatan itu menjadi gambaran menurunnya identitas Atletico sebagai tim yang selama bertahun-tahun dikenal disiplin, tangguh, dan sulit ditembus. Pertahanan yang dulu menjadi kekuatan utama kini tidak lagi konsisten, sementara lini serang kerap kehilangan efektivitas pada momen penting.

Masalah Atletico semakin rumit karena daftar cedera terus bertambah. Pablo Barrios, Giuliano Simeone, Johnny Cardoso, hingga Nicolas Gonzalez dipastikan absen. Situasi paling berat datang dari cedera pergelangan kaki Julian Alvarez. Penyerang asal Argentina itu merupakan salah satu motor utama serangan Atletico musim ini dan kehilangan dirinya membuat daya dobrak tim menurun drastis.

Dalam kondisi serba terbatas, Simeone masih berharap kepada pengalaman Antoine Griezmann dan kecepatan Ademola Lookman untuk memecah pertahanan Osasuna. Namun menghadapi Osasuna di El Sadar tidak pernah mudah. Meski performa mereka belum sepenuhnya stabil, Osasuna tetap berbahaya ketika bermain di depan publik sendiri. Tim asuhan Alessio Lisci telah meraih sembilan kemenangan kandang musim ini dan beberapa kali menyulitkan tim papan atas.

Osasuna memang baru saja menelan dua kekalahan beruntun dari Barcelona dan Levante. Akan tetapi, secara keseluruhan performa kandang mereka tetap solid dan atmosfer El Sadar dikenal sebagai salah satu yang paling sulit di La Liga.

Secara rekor pertemuan, Atletico masih unggul dengan tiga kemenangan dalam lima duel terakhir melawan Osasuna. Namun kondisi terkini membuat pertandingan di Pamplona diprediksi berlangsung jauh lebih berat dibanding biasanya.

Bagi Atletico, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Pertandingan tersebut menjadi ujian mental sekaligus pembuktian apakah mereka masih memiliki karakter untuk bangkit di tengah musim yang mulai kehilangan arah.

Menatap Eropa

Sementara Atletico berusaha menyelamatkan musim, Barcelona justru memasuki fase baru setelah memastikan gelar La Liga. Namun di balik pesta juara yang mulai mereda, pekerjaan besar untuk musim depan sudah dimulai di Camp Nou.

Keberhasilan mengalahkan Real Madrid 2-0 dalam El Clasico memastikan Barcelona kembali menjadi penguasa Spanyol di bawah arahan Hansi Flick. Permainan atraktif dan konsisten membuat mereka mampu menjaga dominasi domestik sepanjang musim. Akan tetapi, kegagalan di Liga Champions tetap meninggalkan rasa belum tuntas.

Harapan publik Camp Nou sempat melambung tinggi ketika Lamine Yamal dan Pedri tampil luar biasa sepanjang musim. Banyak yang percaya Barcelona akhirnya siap mengakhiri penantian panjang di kompetisi elite Eropa. Namun langkah mereka justru terhenti disingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-3 di perempat final.

Flick tidak menyembunyikan ambisinya. Pelatih asal Jerman itu menegaskan trofi Liga Champions menjadi obsesi utama Barcelona musim depan. “Ada dua hal yang saya inginkan dalam hidup. Pertama kami harus memenangkan Liga Champions,” ujar Flick.

Meski kembali juara liga, Barcelona masih menyimpan banyak persoalan. Kedalaman skuad menjadi masalah paling nyata sepanjang musim ini. Cedera yang datang silih berganti memperlihatkan minimnya pelapis berkualitas di beberapa posisi penting.

Di lini pertahanan, kepergian Inigo Martinez belum benar-benar tergantikan. Barcelona bahkan beberapa kali harus memainkan Gerard Martin di sisi kiri pertahanan meski posisi alaminya adalah bek tengah. Sementara itu, di lini depan, Robert Lewandowski yang telah berusia 37 tahun masih menjadi tumpuan utama bersama Ferran Torres.

Barcelona juga membutuhkan tambahan pemain sayap kiri dan bek sayap baru. Namun keterbatasan finansial membuat mereka harus sangat berhati-hati di bursa transfer.

Dalam situasi itu, La Masia kembali menjadi harapan utama. Barcelona percaya kombinasi pemain muda berbakat, tambahan rekrutan yang tepat, dan pengalaman yang terus bertambah dapat membawa mereka kembali ke puncak Eropa setelah penantian panjang sejak 2015. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.