Ekonomi Lombok Timur 2025 Tumbuh 4,93 Persen Kemiskinan Turun dan IPM Naik Signifikan

Senin, 11 Mei 2026, 16:15 WIB

Lombok Timur - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan ekonomi 2025 yang mencapai 4,93 persen dan angka ini menunjukkan pemulihan kuat dibanding 2024 yang berada di 4,20 persen.

"Pertumbuhan ekonomi di Lombok Timur masih kuat jika dibandingkan dengan sebelum," kata Kasubag Umum BPS Lombok Timur Zainul Irfan di Lombok Timur, Senin (11/5).

Ket. Foto: Sejumlah warga saat mengunjungi salah satu pasar tradisional di wilayah NTB. — Sumber: Antara

Ia mengatakan kualitas sumber daya manusia yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus menanjak, pada 2021 IPM tercatat 68,90, dan konsisten naik hingga 72,35 di 2025.

"Sejak 2024, IPM Lombok Timur sudah tergolong kategori tinggi. Ini menjadi bahan refleksi kita bersama bahwa perkembangan daerah sudah sangat baik dari sisi data," katanya.

Ia mengatakan dari sektor kesejahteraan, meski sempat fluktuatif, angka kemiskinan mengalami penurunan tajam pada 2025.

"Di 2023 angka kemiskinan sempat meningkat menjadi 15,63 persen, namun 2024 turun ke 14,51 persen, dan 2025 ini mencapai 13,63 persen. Jadi menurunnya cukup jauh,"katanya.

Di sisi lain, BPS mencatat tantangan pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berada di 2,82 persen pada 2025, sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Data diperoleh melalui survei periodik bulanan, tri wulanan, dan tahunan dengan tingkat kesalahan minim berkat standarisasi metodologi.

Capaian indikator makro daerah lima tahun terakhir, menunjukkan tren positif yang konsisten, terutama pada lonjakan pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan menekan angka kemiskinan di 2025.

"Data yang disajikan merupakan potret objektif di lapangan," katanya.

Ia mengibaratkan peran BPS layaknya “malaikat pencatat” yang bekerja independen berdasarkan metodologi standar internasional.

"Kami di BPS itu independen. Kalau bagus kondisinya maka kita catat bagus, kalau kondisinya buruk ya kita catat juga," katanya.

"Kami tidak menilai kinerja pemerintah secara langsung, tugas kami adalah memotret kondisi daerah berdasarkan data," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPS Lombok Timur juga mensosialisasikan Sensus Ekonomi 2026. Sensus yang digelar sepuluh tahun sekali ini bertujuan memotret profil usaha di seluruh Indonesia secara komprehensif.

Ia menginformasikan pendaftaran petugas sensus untuk wilayah Lombok Timur dibuka 8–12 Mei 2026. Pihaknya membutuhkan tenaga lapangan dalam jumlah besar mengingat luasnya cakupan wilayah yang dimulai 16 Juli sampai 31 Agustus 2026 secara door to door.

"Kami akan mendata seluruh usaha masyarakat, kecuali usaha yang dilarang hukum. Mohon dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Sensus Ekonomi ini demi data pembangunan yang lebih akurat," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.