Ekosistem Pembelajaran Teknologi Berkelanjutan Dibangun di Lumajang
Senin, 11 Mei 2026, 05:34 WIBLUMAJANG â Ekosistem pembelajaran teknologi berkelanjutan untuk menumbuhkan inovator muda disiapkan di Lumajang. "Pengembangan pendidikan teknologi dinilai tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sekolah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat secara bersama-sama," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Dia menuturkan itu, saat membuka Indonesia Youth Robotic Competition (IYRC) Lumajang 2026 di Gedung Soedjono Lumajang, Minggu. Menurutnya tantangan pendidikan di era digital tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana membangun ruang belajar yang mampu mendorong kreativitas, inovasi, dan eksplorasi kemampuan generasi muda.
âIYRC menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan teknologi akan lebih kuat ketika dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak,â katanya.
Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak cepat.
"Keterlibatan komunitas, penyelenggara kompetisi, hingga dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang sehat," tuturnya.
Ia mengatakan pengembangan talenta membutuhkan ruang praktik, ruang kolaborasi, dan ruang kompetisi agar anak-anak dapat belajar lebih luas.
Ekosistem pendidikan teknologi yang kuat akan mempercepat tumbuhnya budaya inovasi di tengah masyarakat sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda daerah.
"Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Lumajang berharap pendidikan teknologi tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun kualitas SDM daerah secara berkelanjutan," katanya.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi dinilai harus menjadi peluang bagi generasi muda daerah untuk tumbuh sebagai pencipta inovasi, bukan sekadar konsumen teknologi digital.
Anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang teknologi apabila mendapatkan ruang belajar, pendampingan, dan kesempatan yang memadai.
"Kompetisi robotika menjadi ruang penting untuk membangun keberanian berpikir kreatif serta membiasakan generasi muda mencari solusi melalui pendekatan teknologi," ujarnya.
Bupati yang akrab dipanggil Bunda Indah itu menjelaskan bahwa pola pendidikan masa depan harus mulai diarahkan pada kemampuan inovasi dan kreativitas, karena tantangan global akan menuntut generasi muda untuk mampu menciptakan solusi baru di berbagai bidang kehidupan.
Robotika tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir inovatif dan keberanian bereksperimen.
âDaerah harus menjadi tempat tumbuhnya inovator muda. Potensi anak-anak Lumajang tidak kalah apabila diberi ruang untuk berkembang,â katanya.
Bunda Indah berharap kegiatan seperti IYRC mampu membangun optimisme generasi muda daerah agar lebih percaya diri menghadapi persaingan global sekaligus mampu menciptakan karya dan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
- Teknologi dan Informasi
- bupati lumajang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pemkab Sigi Ingatkan ASN Tingkatkan Integritas dalam Pelayanan Publik
-
Menko Airlangga Nilai Perang AS-Israel dengan Iran Ganggu Pasokan Minyak Global
-
Polisi Mesti Hentikan Kendaraan Melawan Arus di Jalan Raya Bekasi
-
Verstappen Dinilai Sulit Bangkit dalam Perburuan Gelar Formula 1
-
India Kecam AS dan Uni Eropa atas Kritik Tak Adil Soal Minyak Rusia
-
Tinggalkan Rumah Sekarang! Bupati Lumajang Minta Warga Zona Merah Semeru Evakuasi Total
-
Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Pembangunan 117 Huntara Korban Bencana di Agam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.