1.386 Desa Nelayan Ditargetkan Rampung Desember 2026
Senin, 11 Mei 2026, 03:07 WIBJAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pada Desember 2026 pemerintah akan meresmikan 1.386 Desa/Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia dalam sambutan kunjungan kerja ke Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kemarin.
Presiden Prabowo mengatakan rencana ini merupakan upaya untuk memperbaiki kesejahteraan nelayan. âJadi tahun ini, bulan Desember akan kita resmikan 1.386 desa nelayan seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ada satu desa nelayan di sini (Miangas) dalam waktu yang tidak lama lagi,â ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan menjadi salah satu prioritas pemerintah tahun ini.
Menurutnya, pembangunan dan perbaikan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia akan dilakukan secara besar-besaran. âKita akan besar-besaran perbaiki kondisi nelayan seluruh Indonesia, kita akan perbaiki mulai tahun ini,â katanya.
Presiden menambahkan, pembangunan desa nelayan dirancang berlangsung cepat. Bahkan, apabila pembangunan dimulai bulan depan maka masyarakat diperkirakan sudah dapat menikmati fasilitas tersebut dalam waktu kurang lebih lima bulan.
Dalam kunjungan ini, pemerintah juga menyerahkan bantuan satu unit kapal nelayan berukuran 15 gross ton (GT) dengan kapasitas awak sekitar lima orang.
Selain bantuan kapal, Presiden memastikan pemerintah akan membangun desa nelayan khusus yang dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk mendukung aktivitas perikanan, seperti gudang pendingin, dan SPBU nelayan.
Ia menegaskan pembangunan akan segera dimulai tahun ini dan meminta seluruh pihak memastikan pelaksanaannya berjalan tepat waktu.
Presiden mengatakan pemerintah akan melakukan investasi masif pada ekonomi kelautan atau ekonomi biru seiring dengan meningkatnya kebutuhan protein hewani global.
Menurut keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Presiden menilai Indonesia dianugerahi kekayaan laut yang sangat besar dan karena itu perlu dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. âDunia sekarang sangat memerlukan ikan protein, karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,â ujar Prabowo ketika meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Gorontalo. âKita harus bersyukur, dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,â Âimbuhnya.
Perhatian Khusus
Presiden Prabowo juga akan memberikan perhatian khusus dan memastikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat dilakukan secara maksimal bahkan di wilayah terluar Indonesia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (9/5), mengatakan Presiden Prabowo langsung menuju ke Puskesmas Miangas untuk berdiskusi dengan para tenaga kesehatan setelah mendarat di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, pada Sabtu pagi.
âDalam peninjauan tersebut, Bapak Presiden berdiskusi dengan para tenaga kesehatan mengenai berbagai kebutuhan layanan kesehatan agar masyarakat di pulau terluar tersebut dapat memperoleh pelayanan yang maksimal,â kata Teddy.
Pulau Miangas merupakan wilayah paling terluar di utara Indonesia yang berbatasan dengan Filipina.
Teddy menjelaskan setelah diskusi dengan tenaga kesehatan dan mencatat berbagai kebutuhan mereka, Presiden kemudian memutuskan bahwa renovasi segera akan dilakukan terhadap fasilitas layanan kesehatan yang puluhan tahun belum diperbaiki tersebut.
âSelain itu, pemerintah juga akan menyediakan mobil ambulans, menambah dokter dan tenaga perawat, serta memberikan dukungan tunjangan profesi bagi tenaga kesehatan yang bertugas di sana,â tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut mendampingi Bapak Presiden juga langsung mendapat arahan untuk segera mengecek dan memastikan pelaksanaannya berjalan cepat.
Puskesmas Miangas merupakan fasilitas kesehatan utama yang melayani seluruh masyarakat di wilayah kepulauan itu, sehingga seluruh kebutuhannya harus segera direalisasikan secepat mungkin.
Dalam kunjungan itu Presiden juga sempat menyapa seorang ibu hamil yang tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas tersebut.
Kepala Puskesmas Miangas, dr. Cefrilia Pesik mengatakan kunjungan Presiden Prabowo menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan RI itu.
âAda beberapa juga yang sudah didengar oleh Bapak Presiden, mencakup dengan keadaan Puskesmas dan apa-apa yang dibutuhkan di Puskesmas kami. Mudah-mudahan Bapak Presiden dan juga Bapak Menteri Kesehatan dapat memenuhi permintaan dari kebutuhan kami di Puskesmas Miangas,â ujar dr. Cefrilia.
Sementara itu, salah seorang perawat yang aktif bertugas selama 35 tahun di Pulau Miangas, Albert Nusa menjelaskan pelayanan kesehatan di wilayah terluar itu berjalan dengan baik.
Namun, menurutnya, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi terutama terkait keterbatasan tenaga kesehatan dan proses rujukan pasien darurat. âJika ada pasien darurat, kami harus tangani di tempat. Jika itu harus memerlukan tindakan rumah sakit, nah itu tentu memerlukan fasilitas. Jika itu kapal satu minggu sekali, maka kendala yang kami hadapi adalah kegawatdaruratan,â ujarnya.
Selain itu, Albert juga menyampaikan kebutuhan fasilitas pendukung pelayanan kesehatan, mulai dari ambulans untuk rujukan pasien hingga penyimpanan vaksin. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Relawan Bagikan Masker Antisipasi Abu Erupsi Semeru
-
Bappenas Prioritaskan Percepatan untuk Infrastruktur Papua
-
Rakornas pengolahan sampah menjadi energi listrik
-
Polisi Menyita Puluhan Botol dan Kayu Jelang Hari Buruh di Semarang
-
Keragaman Motif Kerajinan Adalah Kekayaan yang Dimiliki Indonesiaq
-
Mau ke Jakarta Fair Naik Transportasi Umum? Ini Rute dan Pilihannya
-
Kemenperin Validasi Pelaku Industri Kecil untuk Akses Fasilitas TKDN Self Declare
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.