Perannya Strategis, Anggota DPR Nilai MBG Harus Libatkan Kader Posyandu
Minggu, 10 Mei 2026, 09:40 WIBJAKARTA - Anggota DPR RI Ateng Sutisna menilai kader Posyandu memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam isu gizi dasar, kesehatan ibu dan anak, serta pengentasan stunting di tingkat akar rumput.Â
Karena itu menurutnya, peran tersebut perlu diperkuat dan diintegrasikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikannya saat menyerap aspirasi kader Posyandu Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Kamis (30/4) lalu.
âKader Posyandu bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, tetapi entitas sosial yang memahami secara detail kondisi masyarakat di wilayahnya,â ujarnya sebagaimana keterangan tertulisnya, Selasa (5/5)
Seiring hadirnya program MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional, ia mengingatkan agar transformasi kebijakan tidak menggeser peran strategis kader Posyandu yang telah terbukti efektif di lapangan.Â
âKita harus memastikan bahwa transformasi kebijakan ini tidak justru menggeser peran strategis kader Posyandu yang selama ini sudah terbukti efektif,â tegasnya.Â
Ia juga menyoroti kekuatan sosial kader Posyandu yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, modal sosial tersebut menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh sistem yang sepenuhnya terpusat.
âIni adalah kekuatan yang tidak bisa digantikan oleh sistem yang sepenuhnya terpusat,â jelasnya.
Dalam praktiknya, kader Posyandu menjalankan fungsi penting seperti pengukuran antropometri, pemantauan pertumbuhan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), hingga edukasi pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Karena itu, ia mengingatkan adanya risiko jika distribusi makanan dalam program MBG tidak mempertimbangkan kebutuhan spesifik balita.
âPemberian makanan untuk balita tidak bisa disamaratakan dengan anak usia sekolah. Ada standar yang harus dijaga agar tidak menimbulkan masalah baru,â ungkap legislator dapil Jawa Barat IX yang meliputi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang tersebut.
Ia mendorong agar program MBG tidak berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi dengan ekosistem layanan kesehatan yang telah ada, khususnya Posyandu. Kader Posyandu dinilai perlu dilibatkan sebagai validator data penerima manfaat, pengawas kualitas, hingga mitra operasional dalam pelaksanaan program.
Selain itu, Anggota Komisi XII DPR RI ini juga mengusulkan penguatan koordinasi lintas sektor, integrasi distribusi berbasis Posyandu, peningkatan kapasitas kader dalam monitoring gizi, serta pemberdayaan kader dalam ekosistem ekonomi lokal melalui operasional dapur MBG. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan diharapkan mengedepankan pendekatan kolaboratif yang menggabungkan sistem logistik nasional dengan kekuatan sosial masyarakat.
âMaka kita tidak hanya menjalankan program, tetapi membangun sistem ketahanan gizi yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan,â pungkasnya.
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat
-
Catat Tanggalnya! Jadwal 7 Kereta di Daop 5 Bergeser
-
MBG Ditegaskan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan 2026
-
Rayakan Ultah ke 10, Aston Sentul Berikan Promo Menarik
-
Komoditas Ekspor Sulawesi Selatan Telah Jangkau 63 Negara
-
Akselerasi Solusi Proteksi Syariah kepada Keluarga Indonesia, Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman dengan Manfaat yang Bertumbuh, Bertambah dan Berkah
-
Pemkab Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan Keliling Kecamatan, Fokus Pererat Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.