Taiwan Bantah Warganya Terpapar Hantavirus di Kapal MV Hondius

Sabtu, 09 Mei 2026, 15:46 WIB

TAIPEI – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan membantah laporan yang menyatakan warganya telah terpapar wabah hantavirus mematikan di kapal pesiar MV Hondius.

Dilaporkan Taipei Times, CDC pada hari Kamis (7/5), menyatakan telah melakukan verifikasi dengan WHO dan kantor-kantornya di Belanda dan Argentina, bahwa tidak ada penumpang atau anak buah kapal yang berasal dari Taiwan.

Ket. Foto: Tikus-tikus mengais-ngais di sekitar kantong sampah di pasar malam di Taipei . — Sumber: CNA

Sebelumnya, seorang penumpang kapal asal Spanyol mengatakan kepada harian Spanyol El Pais bahwa 23 penumpang kapal pesiar mewah Belanda itu turun di St Helena dan kembali ke negara asal mereka, salah satunya adalah warga Taiwan, meskipun hal itu kemudian terbukti tidak benar, kata kantor berita tersebut.

Sejauh ini telah dilaporkan lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus yang diduga, termasuk tiga kematian, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, Jumat (8/5).

WHO menyatakan kasus hantavirus lainnya mungkin akan muncul, tetapi wabah tersebut diperkirakan akan terbatas jika tindakan pencegahan dilakukan.

Sepanjang tahun ini, Taiwan telah mencatat dua kasus hantavirus, angka yang konsisten dengan periode yang sama dalam empat tahun terakhir.

Pada bulan Januari, seorang pria berusia 70-an yang tinggal di Distrik Daan, Taipei, dinyatakan positif mengidap hantavirus secara anumerta, kasus pertama di Taiwan tahun ini, seperti dilaporkan Taipei Times.

Pada bulan Maret, seorang pria lain berusia 70-an dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya di Kota New Taipei dinyatakan positif.

Jumlah kasus tidak meningkat dibandingkan dengan periode yang sama dalam empat tahun terakhir, kata Direktur Jenderal CDC Taiwan Philip Lo dalam sebuah wawancara dengan Liberty Times berbahasa Mandarin. Ia mengatakan bahwa Taiwan tidak rentan terhadap wabah hantavirus berskala besar.

Namun, mungkin akan terjadi peningkatan kasus dari bulan Mei hingga Juni dan Oktober hingga Desember, terkait dengan puncak musim berkembang biak hewan pengerat tersebut, tambahnya.

Pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk mengendalikan serangan tikus, bersama dengan lembaga lingkungan, kata Lo.

CDC menyatakan hantavirus terutama ditularkan melalui penghirupan partikel aerosol dari sekresi atau ekskresi hewan pengerat. Seseorang dapat terinfeksi jika mereka menghirup atau bersentuhan dengan debu, benda, atau partikel udara yang terkontaminasi virus, atau jika mereka digigit atau dicakar oleh hewan pengerat yang membawa virus tersebut.

Namun untuk kasus di New Taipei, pasien tidak memiliki riwayat kontak dengan tikus, dan tidak ada hewan pengerat yang terperangkap di dekat tempat tinggalnya. Sumber infeksi masih dalam penyelidikan, kata juru bicara CDC, Tseng Shu-hui.

  • Wabah Hantavirus

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.