BPBD Kerahkan Personel Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kendari

Minggu, 10 Mei 2026, 12:49 WIB

KENDARI –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 317 warga yang mengungsi akibat banjir luapan dari Kali Wanggu, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan memastikan mereka tertangani dengan baik melalui evakuasi dan bantuan logistik.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, saat ditemui di Kendari, Minggu (10/5), mengatakan ratusan warga mengungsi dampak banjir setinggi kurang lebih 80 centimeter melanda daerah Kelurahan Lepo-Lepo sejak minggu (10/5) pagi.

Ket. Foto: Banjir akibat luapan Kali Wanggu di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (10/5/2026). — Sumber: ANTARA

"Ada 126 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 317 orang yang terdampak banjir tersebar di empat RT," kata Cornelius Padang.

Ia mengatakan warga mengungsi di empat tenda darurat yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sultra. Namun adapula yang memilih menetap di rumah keluarga mereka.

Cornelius Padang juga mengungkapkan pihaknya telah menurunkan tim untuk memantau dan membantu evakuasi warga korban banjir.

"Semua warga pastikan sudah mengungsi dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Ia menambahkan banjir setinggi 80 centimeter itu merendam ratusan rumah warga dan dua gedung sekolah.

Selain tenda darurat, Pemkot juga menyalurkan kebutuhan air bersih, pasokan makanan siap saji dan bantuan pakaian.

"Ini memastikan masyarakat di sekitar Kali Wanggu tertangani dengan baik," jelas Cornelius Padang.

Dia mengungkapkan  banjir yang disebabkan luapan dari Kali Wanggu terjadi karena wilayah Kota Kendari diguyur hujan sejak beberapa hari terakhir. Oleh karena itu pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada karena kondisi saat ini masih memasuki musim hujan.

Sementara itu Camat Baruga Bustam mengungkapkan jumlah warga yang terdampak luapan Kali Wanggu terus meningkat seiring tingginya intensitas hujan sejak Jumat (8/5) malam.

"Hingga Sabtu siang, tercatat sebanyak 126 KK atau 317 jiwa yang terdampak di RT 4, 12, 13, dan 14. Data ini meningkat dari pendataan awal yang hanya 43 KK," jelas Bustam.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.