Tekanan Rupiah Belum Reda, Cadangan Devisa RI Terkuras
Jumat, 08 Mei 2026, 18:50 WIBJAKARTA â Penurunan cadangan devisa mencerminkan besarnya upaya otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan pasar global.
Intervensi Bank Indonesia (BI) melalui pasar valas dan pembelian surat berharga menjadi langkah strategis untuk meredam volatilitas nilai tukar akibat keluarnya arus modal asing dan meningkatnya permintaan dolar AS.
Meski cadangan devisa terkoreksi, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan menghindari pelemahan rupiah yang lebih dalam.
Namun, jika tekanan eksternal berlangsung lama, ruang intervensi bisa semakin terbatas sehingga diperlukan dukungan kebijakan lain, termasuk penguatan ekspor dan stabilitas neraca perdagangan.
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) 146,2 miliar dolar AS pada April 2026, menurun sebesar 2 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Penurunan tersebut terjadi meski terdapat tambahan devisa yang berasal dari penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah. Sebelumnya, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar 148,2 miliar dolar AS.
âKebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,â kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5).
Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026, menurut dia, setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Bank sentral juga meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
âBank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,â kata Ramdan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Crystal Palace Dapat Kesempatan Balas Dendam atas Larnaca di 16 Besar UEFA Conference League
-
IHSG Longsor Pagi Ini: Dari Rebalancing MSCI hingga Warning FTSE Russell
-
Gol Tunggal Maza Antar Leverkusen Depak Dortmund dari Piala Jerman
-
Film 'Crazy Rich Asians' Lanjut Jadi Serial di HBO
-
Akselerasi Sinergi Lintas Sektor, Bank Mandiri Gelar Livin’ Fest 2025 di Medan
-
Trump Ancam akan Berlakukan Tarif pada Negara-negara yang Menentang Pengambilalihan Greenland
-
BPS Mencatat Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.