Risiko Perubahan Iklim Juga Harus Dimitigasi oleh Para Pengusaha
Jumat, 08 Mei 2026, 13:10 WIBJAKARATA â Para pengusaha diingatkan untuk juga memitigasi perubahan iklim guna menyelamatkan bisnis. Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan perubahan iklim telah menjadi risiko yang perlu dimitigasi oleh dunia usaha.
âPerubahan iklim tidak lagi hanya menjadi isu lingkungan, tetapi telah menjadi faktor risiko yang perlu dimitigasi secara terukur oleh dunia usaha,â kata Fajar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu, pendekatan berbasis data sangat diperlukan dalam memahami potensi risiko usaha terhadap perubahan iklim.
âPerusahaan membutuhkan pendekatan berbasis data untuk memahami potensi risiko yang dapat mempengaruhi operasional, aset, maupun keberlanjutan usaha ke depan,â katanya menambahkan.
Ia mengatakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai bahwa seiring peningkatan tantangan perubahan iklim dan risiko bencana hidrometeorologi akan menjadikan ekonomi hijau sebagai inti dari strategi pembangunan nasional.
âTanpa langkah mitigasi dan adaptasi yang memadai, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi,â kata Fajar.
Ia mengatakan perseroannya mendukung upaya pemerintah dalam hal mitigasi atas perubahan iklim yang terjadi, sekaligus berkomitmen dalam mendukung ekonomi hijau yang telah dicanangkan pemerintah.
âKami meyakini, bahwa terkait perubahan iklim ini tentunya tidak cukup hanya menjadi perhatian pemerintah semata, tapi juga perlu langkah strategis yang dilakukan para dunia usaha dan masyarakat,â ujar dia.
Lebih lanjut, Fajar mengatakan kebutuhan terhadap sustainability assurance and climate risk assessment juga terus meningkat seiring berkembangnya implementasi prinsip ESG di berbagai sektor industri. Salah satunya melalui solusi digital SIClirisk yang telah diluncurkan perseroan.
âPengembangan SIClirisk merupakan bagian dari strategi PT Surveyor Indonesia dalam memperkuat Green Services and Sustainability Assurance sebagai bagian dari transformasi industri TICC (Testing, Inspection, Certification, and Consultation),â katanya.
Ia mengatakan, melalui SIClirisk, para pelaku usaha dapat terbantu dalam melakukan identifikasi, analisis, serta mitigasi risiko iklim secara lebih komprehensif melalui pemanfaatan teknologi geospasial, AI, dan analitik data.
âHarapannya, SIClirisk dapat mendukung pelaku usaha dalam memperkuat manajemen risiko iklim, meningkatkan transparansi sustainability, serta mendukung transformasi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan,â kata Fajar.
- pengusaha menengah
- Mitigasi Perubahan Iklim
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Rencana relokasi pedagang di Fly Over Kelok Sembilan
-
DJP Kenalkan Fungsi Pajak bagi Pelajar di Tujuh Sekolah Setanah Papua
-
Korea Selatan Akhirnya Setuju Berbagi Data dengan Google Maps
-
Liverpool, Arsenal, dan City Boros
-
Warga Sekitar TPA Cipucang Tangsel Keluhkan Kesulitan Air Bersih Karena Diduga Tercemar Sampah
-
Petugas Gabungan Bersih-bersih Sampah di Wisata Pantai Garut
-
KOSTCON Jakarta 2025 Siap Digelar, Jadi Konser OST Drama Korea Pertama di Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.