MRSA, Bakteri Kebal Antibiotik yang Jadi Ancaman Dunia Medis
Kamis, 07 Mei 2026, 07:07 WIBDI TENGAH kemajuan dunia kedokteran, ancaman dari bakteri kebal antibiotik terus menjadi perhatian serius para ilmuwan. Salah satu yang paling ditakuti adalah Methicillin-resistant Staphylococcus aureus atau MRSA, bakteri yang dikenal sangat sulit ditaklukkan oleh antibiotik biasa.
MRSA merupakan varian dari bakteri Staphylococcus aureus, mikroorganisme yang sebenarnya umum ditemukan pada kulit atau rongga hidung manusia. Dalam kondisi normal, bakteri ini sering kali tidak menimbulkan masalah kesehatan. Namun ketika masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, sayatan operasi, atau saluran pernapasan, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya.
Yang membuat MRSA menjadi ancaman besar adalah kemampuannya bertahan terhadap berbagai antibiotik yang selama puluhan tahun menjadi andalan dunia medis, termasuk methicillin, penisilin, amoksisilin, dan sejumlah antibiotik sejenis.
âResistensi antimikroba adalah salah satu ancaman kesehatan masyarakat global yang paling utama. MRSA tetap menjadi salah satu patogen resisten yang paling umum, menyebabkan infeksi serius yang sulit diobati dan meningkatkan risiko kematian di rumah sakit maupun di masyarakat,â tulis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan berjudul Fact Sheets on Antimicrobial Resistance.
Para peneliti menjelaskan, kekebalan ini muncul karena MRSA memiliki gen khusus bernama mecA yang memungkinkannya memproduksi protein pelindung. Protein ini membuat antibiotik kesulitan menyerang dinding sel bakteri, sehingga obat yang seharusnya mampu membunuh bakteri justru tidak lagi efektif.
Kondisi tersebut membuat pengobatan infeksi MRSA jauh lebih rumit dibandingkan infeksi bakteri biasa. Dokter biasanya harus menggunakan antibiotik khusus seperti Vancomycin atau Linezolid, yang penggunaannya harus diawasi secara ketat.
MRSA juga dikenal sangat adaptif. Bakteri ini mampu bermutasi dengan cepat, terutama ketika antibiotik digunakan secara tidak tepat, seperti dikonsumsi tidak sampai habis atau digunakan tanpa pengawasan medis. Kemampuan adaptasi itulah yang membuat MRSA dijuluki sebagai salah satu âsuperbugâ paling berbahaya di dunia.
âStaphylococcus aureus adalah bakteri yang sangat adaptif. MRSA telah mengembangkan resistensi tidak hanya terhadap methicillin, tetapi juga terhadap seluruh golongan antibiotik beta-laktam, termasuk penisilin dan sefalosporin, yang biasanya merupakan lini pertama pengobatan infeksi kulit dan jaringan lunak,â menurut laporan Center for Disease Control and Prevention (CDC) berjudul Antibiotic Resistance Threats Report.
Selain kebal terhadap obat, bakteri ini juga dapat membentuk lapisan pelindung yang disebut biofilm. Lapisan ini biasanya menempel pada permukaan alat medis seperti kateter, ventilator, atau implan, sehingga bakteri menjadi lebih sulit dijangkau oleh antibiotik maupun sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, infeksi dapat bertahan lebih lama dan berisiko berkembang menjadi lebih serius. hay
- Bakteri Kebal Antibiotik
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.