Asean Belum Sepakat Akui Hasil Pemilu Myanmar

Kamis, 07 Mei 2026, 06:22 WIB

ISTANBUL - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) belum sepakat mengakui hasil pemilu Myanmar baru-baru ini, yang menetapkan mantan pemimpin junta Min Aung Hlaing sebagai Presiden baru negara tersebut. 

"Saat ini, Asean belum mencapai konsensus apa pun terkait pengakuan hasil pemilu di Myanmar," kata Asisten Sekretaris Luar Negeri Filipina Dominic Xavier Imperial, Rabu (6/5), seperti dilaporkan Philippine News Agency.

Ket. Foto: Pemilu Myanmar — Sumber: antara foto

Tahun ini, Filipina menjadi ketua perhimpunan yang beranggotakan 11 negara tersebut.

Min Aung Hlaing, mengundurkan diri dari posisinya sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Myanmar pada Maret lalu, untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Proses pemilu yang digelar dalam tiga tahap pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menghasilkan kemenangan bagi partai-partai pro-militer, termasuk Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan.

Ming Aung Hlaing kemudian dilantik sebagai Presiden Myanmar pada April lalu, setelah mengantongi 429 suara dari total 500 suara dalam pemungutan suara di parlemen.

Merespons hasil pemilu Myanmar, Imperial mengatakan, Asean terus berpedoman pada Konsensus Lima Poin (5PC)-kerangka kerja yang disepakati blok tersebut untuk mengatasi krisis di Myanmar.

Departemen Luar Negeri Filipina pada Rabu juga mengeluarkan pernyataan yang mendesak Myanmar untuk memberikan akses kepada utusan khusus Ketua Asean untuk bertemu dengan mantan presiden Aung San Suu Kyi, yang masih ditahan sejak dikudeta oleh militer pada 2021.

"Hal tersebut akan sejalan dengan peran utusan khusus untuk berinteraksi dengan semua pemangku kepentingan dan pihak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog nasional yang inklusif," kata Departemen Luar Negeri Filipina.

Lebih lanjut, Filipina menyambut baik laporan mengenai pemindahan Suu Kyi dari penjara ke tahanan rumah dan pengurangan sebagian hukumannya, serta amnesti yang diberikan otoritas Myanmar kepada lebih dari 1.500 tahanan politik.

  • ASEAN
  • Belum Sepakat
  • Hasil Pemilu Myanmar

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

Cuaca Senin Diprediksi Tak Bersahabat, BMKG Sebut Berawan hingga Hujan Dominasi RI

Pemkab Bogor Rancang Pusat Ekonomi Baru untuk Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.