Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Solar Pertamina Masuk SPBU Swasta, Kolaborasi atau Monopoli?

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Solar Pertamina Masuk SPBU Swasta, Kolaborasi atau Monopoli? Doc: ANTARA FOTO/ Indrianto Eko Suwarso
Ket. Arsip foto - Pengemudi angkutan kota mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo saat peresmiannya di Cilangkap, Jakarta Timur.

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa SPBU swasta kini sudah mulai membeli solar dari Pertamina.

Artinya, distribusi BBM makin fleksibel dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada rantai pasok internal masing-masing pemain.

Ini bisa dilihat sebagai “kolaborasi di balik pompa bensin”. SPBU swasta tetap beroperasi dengan merek mereka, tapi pasokan energinya ikut disokong oleh Pertamina.

Dari sisi pasar, langkah ini memberi sinyal bahwa ketersediaan solar lebih terjaga, sekaligus membuka ruang efisiensi dalam distribusi.

Buat konsumen, dampaknya mungkin tidak terasa langsung, tapi implikasinya cukup penting: pasokan lebih aman, potensi antrean bisa ditekan, dan risiko kelangkaan relatif lebih kecil.

Jadi, di balik kabar ini, ada upaya merapikan ekosistem energi agar tetap stabil di tengah dinamika kebutuhan yang terus naik.

“Sudah, sudah. Kalau ditanya ke swasta pasti sudah ada (beli solar dari Pertamina),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (6/5).

Laode menyampaikan bahwa sejak pemerintah mengumumkan kepada SPBU swasta untuk membeli solar dari Pertamina, telah berlangsung sejumlah pertemuan antara SPBU swasta dengan Pertamina.

Oleh karena itu, saat ini sudah berjalan pembelian solar dari Pertamina oleh SPBU swasta.

“Sebenarnya kan sejak diumumkan itu sudah dilakukan pertemuan-pertemuan. Sudah jalan,” ujar Laode.

Pada Februari 2026, Kementerian ESDM mengatakan badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta menggunakan solar dalam negeri yang dibeli dari Pertamina mulai April 2026.

Terdapat poin-poin yang saat itu harus disiapkan oleh Pertamina pada masa transisi, seperti penyediaan loading port atau pelabuhan muat yang memadai, kargo yang disesuaikan dengan volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha, serta spek bahan bakar murni atau base fuel solar yang disesuaikan dengan permintaan badan usaha.

Berbagai poin itu didiskusikan dalam pertemuan antara Laode dengan badan usaha pengelola SPBU sebagai langkah mitigasi, sehingga pada April diharapkan tidak terjadi krisis yang terkait pembelian solar dalam negeri.

Keharusan membeli solar dari Pertamina menyusul Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Sukses Jalani ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.