Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Bakal Bahas Isu Pangan dan Energi di KTT Asean

25 Rabu, 06 Mei 2026, 14:20 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo Bakal Bahas Isu Pangan dan Energi di KTT Asean Presiden Prabowo Bakal Bahas Isu Pangan dan Energi di KTT Asean Doc: antara foto
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto akan membahas isu pangan dan energi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean 2026 yang digelar di Filipina.

“Besok, insyaallah, Bapak Presiden akan mengikuti KTT Asean di Filipina, tuan rumahnya memang Filipina. Isunya ada dua, yang pertama adalah isu pangan, yang kedua adalah energi,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5).

Terkait dengan isu energi, salah satu pembahasan dalam KTT Asean adalah bagaimana membangun kekuatan energi di kawasan Asia Tenggara, dan nikel merupakan salah satu komoditas energi yang memiliki peranan penting.

“Nikel adalah salah satu komoditas energi yang bisa dikonversi untuk menjadi baterai,” ucap Bahlil.

Indonesia, dalam hal ini, merupakan salah satu negara yang memiliki pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) dari hulu hingga ke hilir. Bahlil menekankan tidak semua negara memiliki ekosistem tersebut, sehingga Indonesia membuka diri untuk negara lain.

Apabila Filipina berminat untuk menjadi suplai nikel bagi smelter di Indonesia, Bahlil menyampaikan Indonesia membuka diri.

“Kalau Indonesia kekurangan bahan bakunya, bisa disuplai dari mana saja. Jadi, tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis, spesifik, itu nggak ada, ya,” ujar dia.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan fokus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean 2026 adalah mengatasi dampak konflik global, terutama konflik di Timur Tengah, terhadap kawasan Asean.

Direktur Jenderal Kerja Sama Asean Kemlu RI Ina Hagniningtyas Krisnamurthi menyampaikan KTT Asean ditargetkan menghasilkan sekitar 24 dokumen hasil (outcome documents).

Dokumen yang disorot oleh Filipina adalah dokumen yang terkait dengan stabilitas dan ketahanan kawasan, khususnya di bidang ekonomi pembangunan.

Terkait Myanmar, dia menyebutkan bahwa pejabat non-politis Myanmar akan menghadiri KTT Asean 2026 di Cebu, Filipina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.