- Home
-
- Megapolitan
-
- Perkuat Ekosistem Perfilma...
Perkuat Ekosistem Perfilman, Wagub Rano Bentuk Jakarta Film Commission
Rabu, 06 Mei 2026, 19:10 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem industri perfilman di ibu kota melalui pembentukan Jakarta Film Commission. Upaya itu ditegaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri kegiatan bersama pelaku industri film di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).
Rano mengatakan, pertumbuhan jumlah penonton film Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kreatif nasional. Menurut dia, tren tersebut harus direspons dengan kebijakan konkret agar Jakarta mampu menjadi pusat pertumbuhan industri perfilman nasional.
Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap film lokal terus meningkat dan menunjukkan masa depan industri perfilman yang menjanjikan. Karena itu, pemerintah daerah ingin menghadirkan dukungan yang lebih nyata bagi para pelaku industri kreatif.
"Semangatnya luar biasa, jumlah penontonnya semakin banyak, dan sangat beragam. Ini menjadi tanda bahwa perfilman Indonesia memiliki masa depan yang baik. Karena itu, Jakarta juga sedang berupaya menyiapkan ekosistem yang mendukung perkembangan industri film," kata Rano.
Menurut dia, salah satu langkah konkret yang sedang dipersiapkan adalah pembentukan Jakarta Film Commission. Lembaga tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, rumah produksi, hingga para produser film.
Rano menegaskan Jakarta harus mampu menjadi kota yang ramah bagi industri kreatif. Kehadiran Jakarta Film Commission diharapkan dapat mempercepat proses perizinan, membuka peluang investasi, hingga mendukung produksi film di ibu kota.
"Setelah resmi berdiri, kami ingin bergerak cepat untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk para produser film. Jakarta harus menjadi kota yang ramah bagi perkembangan industri kreatif," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah pelaku perfilman terkait peluang kerja sama ke depan. Pemprov DKI disebut ingin membuka lebih banyak ruang diskusi agar kolaborasi dapat segera direalisasikan.
"Tadi kami juga sempat berbincang mengenai berbagai kemungkinan kerja sama ke depan. Mudah-mudahan nanti ada pembicaraan yang lebih serius," ucapnya.
Rano menilai industri perfilman memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Jakarta. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga dinilai mampu memperkuat identitas budaya serta memperluas promosi kota melalui karya visual.
Pemprov DKI berharap langkah pembentukan Jakarta Film Commission dapat menjadi fondasi baru dalam memperkuat daya saing industri film nasional. Pemerintah juga mengajak seluruh pelaku industri untuk terus berkolaborasi membangun perfilman Indonesia yang lebih kuat di tingkat global.
"Terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari semua pihak. Dukungan seperti ini penting untuk membangun perfilman Indonesia yang semakin kuat," tutupnya.
- Pemprov DKI Jakarta
- Perfilman Indonesia
- Film Indonesia
- Wagub DKI Rano Karno
- Ekonomi Kreatif
- Industri Perfilman
- Jakarta Film Commission
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Konten Lokal Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Laporan The Netflix Effect
-
Tayang di Bioskop 21 Mei, Film "Keluarga Suami Adalah Hama" Dibintangi Raihaanun dan Omar Daniel
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.