PM Inggris Serukan Deeskalasi di Timur Tengah Setelah Serangan Targetkan UEA

Selasa, 05 Mei 2026, 15:01 WIB

LONDON - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyerukan de-eskalasi di Timur Tengah setelah Uni Emirat Arab melaporkan serangan pertama sejak gencatan senjata diumumkan hampir sebulan yang lalu.

"Inggris mengutuk serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Uni Emirat Arab," kata Starmer dalam sebuah pernyataan, Senin (4/5).

Ket. Foto: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer saat KTT Komunitas Politik Eropa di Yerevan, Armenia, Senin, 4 Mei 2026. — Sumber: AP

"Eskalasi ini harus dihentikan.  Iran perlu terlibat secara bermakna dalam negosiasi untuk memastikan gencatan senjata di Timur Tengah tetap berlangsung, dan solusi diplomatik jangka panjang tercapai."

UEA, sekutu dekat AS dan mitra utama Israel di Timur Tengah, mengatakan pihaknya dihujani rudal dan drone dari Iran pada hari Senin.

BBC melaporkan, Presiden Donald Trump mengatakan AS telah menyerang tujuh "kapal cepat" Iran di Selat Hormuz, saat Washington berupaya memandu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Teluk melalui jalur air yang sebagian besar tertutup itu.

UEA dan Korea Selatan sama-sama melaporkan serangan terhadap kapal-kapal di jalur vital tersebut pada hari Senin. UEA juga mengatakan kebakaran terjadi di pelabuhan minyak Fujairah setelah serangan Iran.

Perusahaan pelayaran Maersk mengatakan kepada BBC, salah satu kapalnya yang berbendera AS telah berhasil keluar dari selat tersebut dengan perlindungan militer AS - di bawah apa yang disebut Trump sebagai "Project Freedom".

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan peristiwa di selat tersebut "menjelaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik".

Dia menambahkan: "Project Freedom is Projct Deadlock."

Maersk menyatakan bahwa transit salah satu kapal komersialnya "berlangsung tanpa insiden, dan semua anggota kru selamat dan tidak terluka".

Selat Hormuz sebagian besar tetap terblokir sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada bulan Februari. Teheran menanggapi dengan memblokir jalur air penting yang biasanya dilalui oleh 20% minyak dan gas alam cair dunia.

Pada awal April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata yang mengakhiri serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran terhadap negara-negara Teluk, termasuk UEA, tetapi hanya sedikit kapal yang mampu melintasi selat tersebut sejak saat itu. AS juga memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

  • Perang AS-Israel dengan Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.