Lebak Perkuat Ketahanan Pangan, 14 Brigade Pangan Siap Tingkatkan Produksi.

Kamis, 23 Jul 2026, 12:45 WIB

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten melibatkan 14 Brigade Pangan guna menggenjot produksi pangan dalam upaya mendukung Program Swasembada Pangan Nasional.

‎Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Kamis, mengatakan pihaknya melibatkan 14 Brigade Pangan yang anggotanya petani milenial atau kaum muda.

Ket. Foto: Dua petani perempuan tengah melakukan gerakan tanam padi di Kabupaten Lebak, Banten guna mendukung program swasembada pangan. — Sumber: Antara Foto

‎Mereka petani milenial per Brigade Pangan menggarap lahan pertanian pangan padi sawah seluas 150-200 hektare dan musim kemarau panjang seperti sekarang tetap melakukan gerakan percepatan tanam.

‎Kehadiran Brigade Pangan merupakan bagian garda terdepan menggenjot produksi pangan secara profesional, sehingga dapat menyumbangkan pendapatan ekonomi petani.

‎Pengelola usaha pertanian yang dilakukan Brigade Pangan menggunakan teknologi modern, seperti menggunakan alat dan mesin pertanian modern.

‎Mulai dari pompa, traktor, hingga rice transplanter yang mampu menanam padi di areal satu hektare hanya dalam waktu 20 menit.

‎Begitu juga jika musim panen menggunakan combine harvester yang berfungsi sebagai alat perontok padi sekaligus pembajak sawah. Penggunaan alat pertanian itu dapat menurunkan biaya produksi padi dari Rp12 juta menjadi Rp4-5 juta per hektare.

‎"Kami berharap Brigade Pangan dapat menghasilkan panen serempak dan mampu mewujudkan swasembada pangan nasional," katanya.

‎Rahmat mengatakan untuk menghadapi ancaman kekeringan akibat kemarau panjang dipastikan Brigade Pangan telah mempersiapkan pompanisasi, perbaikan sarana irigasi, embung dan sumber mata air untuk memenuhi ketersediaan air.

‎Selain itu, lanjutnya, mereka juga memiliki akses benih unggul, pupuk, dan pestisida.

‎Kabupaten Lebak masuk daerah terbesar sebagai lumbung pangan di Provinsi Banten dengan Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 157 ribu hektare per tahun.

‎Dari LTT 157 ribu hektare dapat menghasilkan padi panen sekitar 770 ribu ton dan jika dikalkulasikan pangan mencapai 440 ribu ton setara beras.

‎Sedangkan, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Lebak berpenduduk 1,5 juta sekitar 180 ribu ton per bulan, sehingga surplus 260 ribu ton.

‎"Kita meyakini dengan surplus 260 ribu ton itu bisa menyumbangkan ketersediaan pangan ke daerah lain, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi," katanya menjelaskan.

‎

  • Brigade Pangan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.