• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kurangi Ketergantungan Imp...

Kurangi Ketergantungan Impor Obat, Proyek Plasma Indonesia Menang di IJGlobal Awards

Selasa, 05 Mei 2026, 12:38 WIB

JAKARTA – Fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia yang tengah dikembangkan di Karawang, Jawa Barat, meraih penghargaan Social Infrastructure Deal of the Year, APAC dalam ajang IJGlobal Awards 2025. Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional atas proyek strategis yang digadang-gadang memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional.

Proyek tersebut dikembangkan melalui kemitraan antara Indonesia Investment Authority (INA) dan SK Plasma, yang dijalankan lewat perusahaan patungan PT SKPlasma Core Indonesia.

Ket. Foto: Fasilitas fraksionasi plasma pertama Indonesia di Karawang, meraih penghargaan Social Infrastructure Deal of the Year APAC pada IJGlobal Awards 2025. Keberadaannya memperkuat kemandirian obat derivat plasma nasional. — Sumber: SKPlasma Core Indonesia

Penghargaan dari IJGlobal ini diberikan kepada transaksi greenfield dan refinancing paling menonjol di sektor energi dan infrastruktur kawasan Asia Pasifik. Penilaian dilakukan oleh panel independen yang terdiri dari para profesional industri berdasarkan aspek inovasi, dampak, serta kualitas eksekusi proyek.

Fasilitas fraksionasi plasma ini dinilai memiliki peran strategis karena akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Produk Obat Derivat Plasma (PODP), seperti imunoglobulin dan albumin, yang selama ini menjadi komponen penting dalam berbagai terapi medis penyelamat jiwa.

Saat ini, fasilitas tersebut masih dalam tahap pengembangan di Karawang. Setelah mulai beroperasi pada 2027, fasilitas ini diharapkan mampu memproses plasma darah donor Indonesia menjadi berbagai terapi penting secara domestik.

Keberadaan fasilitas ini diproyeksikan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dengan harga yang lebih terjangkau dan pasokan yang lebih stabil.

Sejak investasi awal diumumkan pada Desember 2024, proyek ini telah menunjukkan sejumlah perkembangan signifikan, termasuk pengenalan produk turunan plasma berbahan baku donor darah Indonesia.

Dukungan pendanaan proyek juga semakin kuat melalui fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp3,7 triliun yang dipimpin oleh PT Allo Bank Indonesia Tbk bersama PT Bank Mega Tbk.

Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyebut penghargaan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan kesehatan nasional.

“Proyek fraksionasi plasma ini menunjukkan bagaimana kemitraan dapat menerjemahkan kebutuhan kesehatan jangka panjang menjadi solusi yang layak secara investasi dan dapat dieksekusi,” ujarnya dalam keterangan resmi pada hari Kamis (30/4).

Presiden Direktur SK Plasma Core Indonesia, Hyunho (Ted) Roh, menegaskan proyek ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kapasitas produksi obat berbasis plasma di dalam negeri.

“Selama ini Indonesia sangat bergantung pada impor untuk obat-obatan penting berbasis plasma. Melalui proyek ini, produksi dalam negeri akan terealisasi dan diharapkan meningkatkan kualitas hidup jutaan pasien,” katanya.

Ia menambahkan, fasilitas ini juga akan menghadirkan pilihan terapi yang lebih aman, berkelanjutan, dan terjangkau dibandingkan produk impor.

Sementara itu, Chief Wholesale dan Treasury Allo Bank, Yogi Bima Sakti, mengatakan penghargaan tersebut menjadi validasi atas nilai strategis proyek bagi masa depan kesehatan Indonesia.

“Bagi Allo Bank, keterlibatan kami bukan sekadar dukungan finansial, melainkan komitmen nyata dalam memperkuat kedaulatan kesehatan nasional melalui pembiayaan infrastruktur sosial yang inovatif,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara institusi keuangan domestik, investor global, dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pencapaian ini dinilai sebagai contoh konkret bagaimana investasi institusional, keahlian industri global, dan dukungan pembiayaan nasional dapat bersinergi untuk memperkuat infrastruktur kesehatan Indonesia di masa depan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.