Bukan Sekadar Pangan, Pertanian Jadi Benteng Stabilitas Ekonomi RI
Selasa, 05 Mei 2026, 20:30 WIBJAKARTA â Sektor pertanian kembali menegaskan posisinya sebagai penopang utama ekonomi nasional di awal 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertanian menyumbang 12,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal I 2026, menempatkannya di urutan ketiga lapangan usaha terbesar setelah industri pengolahan 19,07 persen dan perdagangan 13,28 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada Kuartal I 2026.
âPertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 bila dibandingkan triwulan I-2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen,â kata Amalia dalam konferensi pers di Gedung BPS, Selasa (5/5). Capaian ini melampaui konsensus analis di 5,3 persen dan naik signifikan dari 4,87 persen pada Kuartal I 2025.
Lima lapangan usaha terbesar yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi 9,81 persen, dan pertambangan 8,69 persen secara total mencakup 63,52 persen PDB, ujar Amalia.
Dari sisi sumber pertumbuhan, pertanian berkontribusi 0,55 poin persentase, ketiga tertinggi setelah industri pengolahan dan perdagangan.
Amalia menjelaskan, meski kontribusi terhadap pertumbuhan turun dibanding Kuartal I 2025 sebesar 1,11 poin persentase, pangsa pertanian terhadap PDB justru stabil bahkan naik tipis dari 12,66 menjadi 12,67 persen.
âSektor pertanian tumbuh sebesar 10,52 persen. Ini karena didukung oleh panen raya dan meningkatnya produksi tanaman padi dan jagung,â jelasnya. Tingginya basis pertumbuhan tahun lalu membuat angka kontribusi tahun ini terlihat lebih rendah.
Menurut Amalia, kokohnya lima sektor utama termasuk pertanian didorong menguatnya permintaan domestik di awal tahun.
âHal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang sedang menguat,â pungkasnya.
Penggerak Utama
Menteri PertanianAmran Sulaiman menyebut data BPS sebagai konfirmasi arah kebijakan sektor pangan.
âPertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,â tegas Amran.
Ia menekankan stabilitas kontribusi pertanian hasil dari kerja struktural. âIni bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,â ujarnya. âIni adalah kerja terstruktur dan berkelanjutan. Kita pastikan produksi meningkat, petani terlindungi, dan pangan tetap tersedia.â
Mentan Amran menambahkan, sepanjang 2025 PDB pertanian tumbuh 5,74%, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Momentum itu terbawa ke awal 2026 dan tercermin dari stabilnya bobot pertanian dalam struktur PDB.
Pemerintah, kata Mentan, menempatkan sektor pangan sebagai jangkar stabilitas ekonomi lewat kombinasi deregulasi, modernisasi alat mesin, dan penguatan kebijakan harga di tingkat petani menuju swasembada berkelanjutan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
San Antonio Spurs Hentikan Perlawanan Miami Heat dengan Skor 136-111
-
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di NTT hingga 4 Februari 2026
-
Kemenpar: Bali Masih jadi Primadona Destinasi Wisata “Wellness”
-
Kim Jong-un Kembali Terpilih sebagai Sekjen Partai Buruh Korut
-
UE Minta Warganya WFH dan Kurangi Kecepatan Kendaraan
-
Bogor Hornbills Tumbangkan Rans Simba 80-68
-
Utamakan Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.