Kemenbud Ajak Generasi Muda jadi Kreator Budaya

Senin, 04 Mei 2026, 18:15 WIB

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar Lomba Konten 'Aku dan Budayaku' dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk mendorong generasi muda lebih aktif mempromosikan budaya melalui platform digital.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan lomba ini bertujuan mengajak masyarakat mengenal serta mengangkat potensi situs budaya dan museum.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud Ahmad Mahendra dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon — Sumber: RRI/Annisa Ramadhannia

"Kita mengajak generasi muda untuk tidak menjadi penikmat budaya, tapi menjadi kreator sekaligus duta budaya di ruang digital," katanya dalam Taklimat Media: Peluncuran Lomba Konten Aku & Budayaku, Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Senin (4/5).

Ia menilai ruang digital berperan besar membentuk persepsi publik, meski berisi beragam konten, dari edukatif hingga hoaks. Karena itu, pemerintah ingin mengarahkan generasi muda agar memanfaatkan platform tersebut untuk hal-hal positif, khususnya dalam pelestarian budaya.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dengan ratusan situs cagar budaya yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Termasuk berbagai museum di tingkat nasional maupun daerah.

"Di daerah sekarang ada 313 Cagar Budaya dari Aceh hingga Papua. Jadi partisipasi ini bisa dilakukan juga di daerah masing-masing, dengan mereka memotret dan membuat video konten dari daerah masing-masing," ujar dia.

Ia berharap lomba ini dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya di daerah masing-masing. Lomba ini sekaligus diharapkan meningkatkan minat kunjungan ke museum dan situs budaya di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Tim Ahli Menteri Kebudayaan, Mahpudi, mengatakan lomba ini merupakan upaya mengembangkan budaya digital yang positif. Terutama dalam kerangka memajukan dan memuliakan kebudayaan Indonesia.

Ia menjelaskan, tema yang diusung pada penyelenggaraan kali ini berfokus pada museum dan cagar budaya. Lomba ini terbuka untuk masyarakat umum dan dibagi dalam dua kategori, yakni kategori pelajar/mahasiswa serta kategori umum.

"Lomba ini akan memanfaatkan media sosial seperti Youtube, Instagram, dan TikTok. Video yang diupload memiliki durasi tiga menit," ucap dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tidak sembarang museum dan cagar budaya yang akan dijadikan bahan perlombaan. "Hanya meseum dibawah Kementerian Kebudayaan dan Cagar Budaya milik Balai Pelestarian Kebudayaan saja," ujar dia.

Untuk diketahui, total hadiah yang disiapkan dalam lomba ini mencapai ratusan juta rupiah. Untuk masing-masing kategori, juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp50 juta, sementara juara kedua sebesar Rp30 juta. Dengan beberapa kategori yang dilombakan, total keseluruhan hadiah diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta. Lomba ini berlangsung pada 5 Mei-18 Juli 2026. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.