Hardiknas Momentum Perkuat Arah Transformasi Pendidikan

Senin, 04 Mei 2026, 03:07 WIB

JAKARTA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum refleksi untuk memperkuat arah transformasi pendidikan nasional.

“Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga proses memanusiakan manusia, membangun karakter, serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu (3/5).

Ket. Foto: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul menyampaikan amanat dalam upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah pada Sabtu (2/5/2026). — Sumber: Antara

Dengan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, ia mengatakan peringatan Hardiknas tahun ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.

Ia menambahkan peringatan Hardiknas tahun ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Ketiga momentum tersebut, kata dia, mencerminkan keterkaitan erat antara pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola daerah dalam membangun masa depan bangsa.

Sejalan dengan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Wamendikdasmen Fajar mengatakan pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang tidak sekadar transfer pengetahuan, namun juga menumbuhkan potensi, membangun karakter, dan memuliakan manusia sebagai makhluk yang bermartabat.

Pendidikan, lanjutnya, diharapkan mampu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Adapun dalam kerangka AstaCita Presiden, ia menerangkan pendidikan diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global.

Oleh karena itu transformasi pendidikan tidak lagi bertumpu pada pendekatan lama, melainkan bergerak menuju pembelajaran yang lebih mendalam agar peserta didik tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami, berpikir kritis, serta mampu mencipta.

Pada kesempatan itu Wamendikdasmen Fajar juga menekankan guru merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi prioritas pemerintah.

“Guru adalah pusat perubahan. Investasi pada guru adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan kita,” kata Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.

Akses Pendidikan

Terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan 97 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan rentan di seluruh Indonesia.

“Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung sekolah rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Minggu. 

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, dari puluhan titik pembangunan tersebut sebanyak 67 lokasi ditargetkan selesai tepat waktu, sedangkan sisanya tetap dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut dia, gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang menampung sekitar 1.000 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, perpustakaan, laboratorium, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler. “Gedung ini nanti bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP dan SMA dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama laboratorium ya, UKS, dan juga fasilitas-fasilitas ekstrakurikuler lainnya,” ujarnya.

Gus Ipul mengatakan Program Sekolah Rakyat merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk yang putus sekolah maupun berpotensi putus sekolah.

Ia menegaskan program tersebut tidak membuka pendaftaran umum, melainkan menggunakan sistem penjangkauan langsung terhadap calon siswa prioritas.Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.