Pansus DPRD Samarinda Temukan Kejanggalan Proyek TPA

Minggu, 03 Mei 2026, 16:27 WIB

SAMARINDA -- Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Samarinda menemukan ketidaksesuaian antara realisasi fisik dan standar perencanaan pada proyek Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan, saat melakukan peninjauan lapangan.

Ketua Pansus LKPJ, Achmad Sukamto, di Samarinda, Minggu, menjelaskan adanya ketimpangan yang mencolok antara besaran anggaran yang dikucurkan dengan kualitas pengerjaan proyek tersebut.

Ket. Foto: Panitia Khusus LKPJ DPRD Kota Samarinda meninjau fasilitas sanitary landfill di TPA Sambutan, Samarinda. — Sumber: Antara/ Ho-DPRD Samarinda

"Jika meninjau nilai anggarannya, seharusnya hasil di lapangan bisa jauh lebih maksimal. Ketidaksesuaian ini menjadi catatan kritis bagi kami,” ujar Sukamto.

Ia menegaskan bahwa DPRD akan memperketat pengawalan evaluasi ini guna memastikan proyek infrastruktur di masa mendatang tidak mengulangi kesalahan serupa.

 menilai infrastruktur tersebut belum mampu mengantisipasi potensi bencana, khususnya tanah longsor.

Luas area yang ada dianggap tidak mencukupi untuk menjamin keamanan operasional dalam jangka panjang.

"Kami melihat desainnya belum cukup luas untuk menjamin aspek keamanan jangka panjang. Perencanaan teknis yang matang adalah harga mati dalam pembangunan TPA agar tidak menimbulkan risiko lingkungan di kemudian hari,” kata Sukamto menambahkan.

Selain masalah desain, Pansus juga membongkar adanya perubahan spesifikasi teknis yang drastis pada sistem pengelolaan gas. Dari rencana awal pemasangan 25 titik pipa penampungan gas, tim pelaksana di lapangan hanya memasang 9 titik.

Pengurangan jumlah pipa secara signifikan ini dinilai akan melumpuhkan kinerja pengelolaan gas di TPA tersebut.

"Kalau jumlahnya dipangkas lebih dari separuh, fungsinya tentu tidak akan optimal. Kami meminta penjelasan terbuka dan transparan mengenai alasan di balik perubahan spesifikasi ini agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi,” tegas politisi tersebut.

DPRD Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota untuk meningkatkan pengawasan di setiap tahapan proyek agar pelaksanaan tetap mengacu pada detail engineering design (DED) awal.

Seluruh temuan lapangan ini akan disusun secara sistematis dan dimasukkan ke dalam dokumen rekomendasi LKPJ. Pansus berharap temuan ini menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki pola perencanaan dan eksekusi proyek di masa depan.

"Harapan kami, ke depan sinkronisasi antara perencanaan dan pelaksanaan bisa lebih matang. Jangan sampai anggaran besar yang dikeluarkan rakyat memberikan hasil yang tidak optimal,” kata Sukamto.

  • Kejanggalan Proyek

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Wagub Rano Karno Buka JFCF 2026, Dorong Transformasi dan Inovasi Digital Jakarta

Aturan Baru Ojol Segera Terbit, Pemerintah Fokus Lindungi Pengemudi dan Kurir

Jonatan Christie Masih Selamat dari Adangan Pemain Singapura

Jelang Maulid Nabi, 4 Bahan Pokok Ini Jadi Buruan Warga Mataram di Pasar Murah

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Palu Pasang Ratusan Rambu Evakuasi

Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026

Polri Raih Rekor MURI Tanam Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas

Kebakaran di Jalan Pisangan Baru Tengah, Matraman, Jakarta Timur Anguskan Tiga Rumah

Pemprov Gorontalo Lakukan Efisiensi Belanja dan Prioritas Program Berdampak Langsung ke Masyarakat untuk Jaga Kemandirian Fiskal

Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Pemprov Jambi Bangun Kesadaran Masyarakat untuk Taat Bayar Pajak Kendaraan Lewat Undian Berhadiah

Jelang Maulid Nabi, Pemprov Babel Pastikan Stok Bawang dan Cabai Cukup

BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Kalsel

Trailer Terbaru 'Dune: Part Three' Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides, Perang Besar dan Konspirasi Mematikan

Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Bromo Kembali Dibuka Tengah Malam Nanti, Wisatawan Bisa Berkunjung Lagi dengan Aman

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

Insidious 6 Ubah Aturan Besar, The Further Jadi Teror ke Dunia Nyata

Kementerian Pariwisata: Berikut Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Pascagempa di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.