• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Café & Brasserie Expo 202...

Café & Brasserie Expo 2026 Segera Hadir di JIEXPO, Satukan Tren Kuliner, Bisnis, dan Lifestyle

Jumat, 01 Mei 2026, 15:58 WIB

JAKARTA — Industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) nasional terus menunjukkan pertumbuhan pesat dan menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam perekonomian Indonesia. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan pengalaman (experiential dining), inovasi produk, serta integrasi teknologi dan gaya hidup mendorong pelaku industri untuk terus beradaptasi.

Menjawab perkembangan tersebut, pameran Café & Brasserie Expo Jakarta 2026 (CBE 2026) akan digelar pada 7–10 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran Hall C1 dan C3. Mengusung tema “Taste Circle” dengan tagline “FnB & Lifestyle in One Roof”, CBE 2026 dirancang sebagai platform terpadu yang tidak hanya menjadi ajang pameran dagang, tetapi juga ruang kolaborasi lintas sektor.

Ket. Foto: Suasana pameran Café & Brasserie Expo 2025. Pemeran ini akan kembali digelar di JIEXPO Kemayoran, menghadirkan 120+ brand, tren F&B terbaru, kolaborasi industri, dan peluang bisnis dalam satu ekosistem. — Sumber: CBE 2026

Pameran tersebut mempertemukan pelaku industri kuliner, hospitality, entrepreneur, hingga komunitas lifestyle dalam satu ekosistem yang saling terhubung, mulai dari hulu hingga hilir—dari bahan baku hingga pengalaman konsumsi.

Sebanyak lebih dari 120 brand akan berpartisipasi dalam ajang ini, mewakili empat pilar utama industri kuliner modern, yakni kopi, teh, cokelat, serta wine & spirits. Selain itu, kategori Health & Lifestyle serta Support & Tech juga turut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks dan terintegrasi dengan teknologi digital.

Project Manager CBE 2026, Luhur Tri Atmojo, menegaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai ruang interaksi yang mendorong lahirnya ide-ide baru dan kolaborasi strategis antar pelaku industri.

“CBE 2026 adalah ‘networking bowl’ tempat berbagai sektor bertemu dan menciptakan peluang baru. Di sini, kopi bisa berkolaborasi dengan teknologi, artisan tea bertemu desain interior, dan inovasi F&B bertumbuh melalui ekosistem yang saling terhubung,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (1/5).

Ia menambahkan, tren kolaborasi di industri F&B menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan kolaborasi brand di sektor ini meningkat hingga 114 persen dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, sekitar 42 persen konsumen kini lebih tertarik pada pengalaman makan yang tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga pada interaksi, suasana, dan storytelling yang ditawarkan.

Penyelenggaraan CBE 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perindustrian, serta didukung oleh Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI). Dukungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan sektor F&B yang berkelanjutan.

Sejumlah asosiasi industri turut ambil bagian dalam pameran ini. Ketua Umum Asosiasi Teh Spesial Indonesia, Ronald Gunawan, menyatakan bahwa CBE menjadi momentum untuk memperkenalkan kualitas teh artisan Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar global.

“Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan pengalaman rasa, cerita, dan kualitas teh Indonesia yang mampu meningkatkan positioning café dan brasserie sebagai destinasi premium,” ujarnya.

Dari sektor wine & spirits, Presiden Indonesian Sommelier Association, Togu Sahat Nainggolan, menilai CBE berperan sebagai jembatan edukasi bagi pelaku industri dalam memahami standar konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan berkelas.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Cokelat Bean to Bar Indonesia, Olivia Putri Prawiro, menekankan pentingnya memperkenalkan konsep bean-to-bar untuk meningkatkan nilai tambah cokelat lokal di pasar café dan brasserie.

“Ini adalah kesempatan untuk mengangkat cokelat asli Indonesia sebagai produk premium dengan kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Salah satu keunggulan CBE 2026 adalah penyelenggaraannya yang bersamaan dengan FLEI Business Show 2026 dan MoreFood Expo Indonesia 2026. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem terpadu yang memungkinkan pengunjung mengeksplorasi tiga pameran sekaligus dalam satu kunjungan, mulai dari mencari supplier, menjajaki peluang franchise, hingga menemukan inovasi terbaru dalam rantai pasok makanan.

Untuk memperkaya pengalaman pengunjung, CBE 2026 menghadirkan berbagai program unggulan, seperti workshop dan talkshow bersama para ahli, sesi product testing, live tasting experience, peluncuran produk baru, hingga peluang business networking. Konsep ini menjadikan pameran tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang belajar, eksplorasi, dan kolaborasi.

Sementara itu, iForte menyediakan dukungan konektivitas sebagai mitra internet resmi, dan JNE hadir sebagai mitra logistik untuk mendukung kelancaran distribusi barang selama acara.

Penyelenggara menilai CBE 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku industri F&B dan hospitality untuk menangkap peluang baru di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Dengan konsep yang menggabungkan bisnis, edukasi, dan lifestyle, pameran ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Registrasi pengunjung telah dibuka secara daring, dan masyarakat diundang untuk hadir guna mendapatkan inspirasi, memperluas jaringan, serta menjajaki peluang bisnis baru di sektor kuliner dan gaya hidup yang terus berkembang.

  • teh
  • Industri Kuliner
  • Coklat
  • kopi
  • bisnis F&B
  • JIEXPO Kemayoran
  • Café & Brasserie Expo 2026
  • CBE Jakarta
  • Pameran F&B
  • Tren Lifestyle
  • Hospitality Indonesia
  • Wine and Spirits

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.