PLTS Atap Terbesar di Indonesia Resmi Beroperasi di Cikarang, Kapasitas 22,5 MW
Kamis, 30 Apr 2026, 14:33 WIBJAKARTA â Dua perusahaan manufaktur, PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap terbesar di Indonesia dengan kapasitas 22,5 MW pada hari Rabu (29/4). Proyek ini dikembangkan bersama PT Xurya Daya Indonesia di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Instalasi PLTS tersebut mencakup 36.862 panel surya yang terpasang di area seluas 122.783 meter persegi, setara dengan sekitar 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno. Sistem ini mampu menghasilkan rata-rata 68.500 kWh listrik per hari untuk menunjang operasional pabrik yang berjalan selama 24 jam.
Dari sisi lingkungan, proyek ini diproyeksikan dapat menekan lebih dari 26,8 juta kilogram emisi karbon dioksida (CO2) per tahun, setara dengan penyerapan karbon oleh sekitar 198.258 pohon. Selain itu, penggunaan energi surya ini juga diperkirakan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara hingga 20.000 kilogram per tahun.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Harris, menilai proyek ini menjadi bagian penting dalam memperkuat swasembada energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca di Indonesia.
âImplementasi PLTS atap berkapasitas besar ini menunjukkan kontribusi nyata sektor industri dalam mendukung transisi energi nasional,â ujarnya pada kesempatan tersebut yang disampaikan melalui siaran pers pada hari Kamis (30/3).
Sementara itu Direktur PT Mulia Industrindo Tbk, Ekman Tjandranegara, mengatakan pembangunan PLTS ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional tanpa mengganggu kualitas produksi.
âProyek ini menegaskan komitmen kami dalam memanfaatkan energi bersih sekaligus meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan,â kata Ekman.
Sebagai perusahaan yang beroperasi secara nonstop, kedua pabrik membutuhkan pasokan energi yang stabil. Sistem PLTS ini dirancang agar terintegrasi dengan proses produksi tanpa mengganggu aktivitas industri.
Dari sisi teknologi dan implementasi, PT Xurya Daya Indonesia berperan sebagai penyedia solusi menyeluruh, termasuk skema pembiayaan tanpa biaya awal (zero upfront cost). Managing Director Xurya, Eka Himawan, menyebut proyek ini sebagai bukti bahwa energi surya telah menjadi bagian dari strategi operasional industri berskala besar.
âInstalasi berjalan paralel dengan aktivitas produksi tanpa gangguan, menunjukkan kesiapan energi surya untuk industri 24/7,â ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian Perindustrian. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Emmy Suryandari, menilai proyek ini dapat menjadi contoh bagi sektor industri lain dalam menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi.
Menurut data PT PLN (Persero), hingga 2026 kapasitas PLTS atap terpasang di Indonesia telah mencapai sekitar 861,14 MWp dengan lebih dari 11.800 pelanggan, di mana sekitar 81 persen berasal dari sektor industri.
âKolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi,â kata Yondri Zulfadli, Vice President Pengelolaan Penjualan PLN.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan sistem, instalasi ini telah melalui proses inspeksi oleh TÃV Rheinland Indonesia, yang memastikan seluruh komponen memenuhi standar teknis dan keselamatan tinggi.
Beroperasinya PLTS atap ini menegaskan bahwa energi terbarukan semakin relevan bagi sektor industri nasional. Selain meningkatkan efisiensi operasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) dan mempercepat transisi energi di Indonesia.
- Bekasi
- Industri Hijau
- transisi energi
- Kementerian ESDM
- plts atap
- Xurya
- energi surya
- Cikarang
- PLN
- Net Zero Emission
- energi terbarukan
- emisi karbon
- Muliaglass
- Muliakeramik Indahraya
- Industri Manufaktur
- Solar Panel
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Nggak Perlu Bangun PLTU Baru! Ini Jurus PLN Tekan Emisi Pakai Limbah Kebun Milik Warga
-
Kebutuhan Gas Pembangkit Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi hingga 2034
-
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit & Pasokan Energi Primer
-
Sempat Tertunda, Proyek Blok Tuna Hidup Lagi! Perusahaan Rusia Siap Gaspol Juni 2026
-
Bupati Konawe Yusran Akbar Minta ASN Gunakan Sepeda Motor Tiap Senin guna Hemat BBM
-
Pemerintah Keluarkan Paket Ekonomi untuk Tekan Harga dan Produk Plastik
-
KRL Commuterline dioperasikan kembali pasca kecelakaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.