Gubernur Khofifah Sebut JKSN Jadi Rumah Besar Kiai-Santri yang Menyejukkan

Minggu, 15 Feb 2026, 13:35 WIB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sebagai rumah besar kiai-santri penyejuk bangsa,  pendamai dan referensi kehidupan dengan penuh kebaikan.

Khofifah menyampaikan hal itu saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan peresmian Kantor Pusat JKSN di Surabaya.

"Ini luar biasa. Ini adalah jaringan santri dan kiai Indonesia. Tentu kita berharap bahwa ini akan jadi rumah besar yang menyejukkan. Karena para ulama senantiasa menjadi penyejuk, pendamai, dan referensi kehidupan dengan penuh kebaikan," katanya dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu (15/2).

Ket. Foto: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago saat peresmian kantor JKSN di Surabaya. — Sumber: Pemprov Jatim

Dia mengapresiasi saat pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pergunu serta berharap peresmian Kantor Pusat JKSN membawa manfaat besar bagi seluruh jaringan kiai dan santri di Indonesia.

"Di JKSN kita bersama tentu punya komitmen bagaimana ini menjadi rumah besar yang menyejukkan untuk semua pihak. Bagaimana dari sisi pikiran, kita punya global mindset. Tetapi dari sisi kebijakan, antara local wisdom dan global mindset," ujarnya.

Ia menegaskan cita-cita sebagai penyejuk bangsa perlu dimulai dari komitmen setiap anggota, baik santri, kiai, maupun ulama untuk menjadikan Islam rahmatan lil 'alamin.

"Ini mestinya terbangun pada posisi karakter akhlakul karimah. Insya Allah, ini akan menjadi bagian kekuatan. Di mana saja, karakter ini akan menjadi pilar penguat negara," ujar Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengingatkan peran heroik santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk resolusi jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

"Inilah yang kita rayakan setiap 10 November sebagai Hari Pahlawan. Semuanya bermula di Jawa Timur. Oleh karena itu, nyala api itu sampai redup. Harusnya semakin membesar agar kita bisa mengabdi sepenuhnya kepada bangsa ini," ujarnya.

Menurut dia, matahari saja munculnya di timur. Jadi apa salahnya kalau mulai membangun pulau Jawa mulainya dari Jawa Timur.

"Kemudian baru kita bangun Indonesia. Ini yang sebenarnya harus kita pahami," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan pesantren memiliki posisi strategis dalam sejarah pendidikan dan perjuangan bangsa.

"Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memberikan layanan pendidikannya pertama di Indonesia. Di saat-saat belum ada layanan pendidikan, pondok pesantren telah menjalankan pendidikan, dan pondok-pondok pesantren menjadi sentral perjuangan melawan penjajah di mana-mana," ujarnya.

Ia menambahkan lahirnya organisasi ulama berakar dari komitmen menjaga persatuan dan nilai Islam moderat demi terwujudnya kesejahteraan serta tegaknya keadilan di Indonesia.

"Tujuannya jelas dua, yaitu memelihara dan mengembangkan di Indonesia ini faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Indonesia merdeka. Maka, kita harus mentransformasi orientasi kita dari Indonesia merdeka menjadi keberhasilan cita-cita luhur kemerdekaan. Yaitu terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan," tuturnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.