OJK Harapkan Pasar Modal Topang Kebutuhan Investasi Nasional
Selasa, 28 Apr 2026, 15:10 WIBJAKARTA â Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pasar modal berperan besar dalam pembiayaan ekonomi nasional. Kebutuhan investasi Indonesia diproyeksikan mencapai Rp47.573 triliun pada periode 2025â2029.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut proyeksi tersebut mengacu pada data Kementerian PPN/Bappenas. Menurut dia, besarnya kebutuhan ini menegaskan peran strategis pasar modal.
Di tengah keterbatasan anggaran negara, pasar modal diharapkan menjadi sumber pembiayaan alternatif. OJK menargetkan kontribusi pasar modal sebesar 3,81 persen atau setara Rp1.812 triliun.
Untuk mendukung target tersebut, OJK bersama pemangku kepentingan menyiapkan delapan langkah reformasi pasar modal. Upaya ini mencakup penguatan transparansi dan peningkatan kualitas informasi investor.
âHingga April 2026, sejumlah capaian telah direalisasikan, antara lain peningkatan batas minimum free float di atas satu persen. Selain itu, ada penguatan transparansi kepemilikan saham, serta penyempurnaan distribusi informasi investor yang lebih granular,â ujar Hasan di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin (27/4).
Hasan menambahkan, OJK juga menghadirkan mekanisme peringatan terkait konsentrasi kepemilikan saham. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kehati-hatian investor.
Ia menegaskan, penguatan ekosistem pasar modal menjadi kunci pembiayaan jangka panjang. OJK optimistis pasar modal dapat berkontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Sementara itu, Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia , Lolita Liliana , menilai potensi pasar modal masih sangat besar. Ia menyebut kontribusi industri reksa dana terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih relatif rendah.
âJika dibandingkan dengan PDB, kontribusi industri reksa dana kita masih sekitar 4 persen. Ini menunjukkan masih ada peluang besar untuk terus berkembang,â ujar dia.
Menurut dia, penguatan modal pasar perlu menghasilkan inovasi produk dan dukungan kebijakan. Hal ini penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembiayaan ekonomi. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Perkuat Keselamatan, Kemenhub Tegaskan Pengawasan Tiga Lapis dan Kesiapsiagaan Bencana
-
Gubernur Pramono Anung Ungkap Cara Jakarta Hadapi Perubahan Iklim di Forum Dunia
-
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
-
Pasangan Voli Pantai Putra Indonesia Bintang/Sofyan Melaju Mulus ke 16 Besar Asian Games 2026
-
PERHAPI Desak Pemerintah Berantas Tambang Ilegal
-
Ekonomi Hijau Buka Lapangan Kerja, Indonesia Harus Siapkan Talenta
-
Terjunkan 12 Ribu Personel Gabungan, Polres Metro Bekasi Pastikan Pilkades 154 Desa Aman Terkendali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.