Investasi Asing Tembus Rp250 Triliun, Kenapa IHSG Malah Loyo di Sore Hari Ini?
Senin, 27 Apr 2026, 17:20 WIBJAKARTA -Â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026), meskipun sempat bergerak stabil di zona hijau sepanjang sesi pertama.Â
Berdasarkan data BEI, indeks komposit terkoreksi sebesar 22,97 poin atau 0,32 persen ke level 7.106,52, sementara indeks LQ45 turut tertekan ke posisi 686,74. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mencatat adanya tekanan jual yang meningkat menjelang penutupan pasar, di mana sektor energi menjadi pemberat utama dengan penurunan mencapai 1,21 persen seiring masih tingginya ketidakpastian harga komoditas global.
"Setelah mengalami tekanan jual pada akhir pekan lalu, IHSG sempat bergerak di teritori positif hampir di sepanjang perdagangan, namun kemudian IHSG melemah menjelang penutupan," kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari sisi sentimen domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mempertimbangkan pemberian insentif bagi pasar modal Indonesia, selama program yang dijalankan otoritas bursa menunjukkan hasil positif.
Insentif tersebut berpeluang berbentuk pengurangan pajak, sejalan dengan harapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar ada dukungan stimulus fiskal.
Di sisi lain, data investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia di luar sektor keuangan dan migas tercatat tumbuh 8,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp250 triliun pada kuartal I 2026.
Capaian ini menandai pertumbuhan selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya meningkat 4,3 persen (yoy) pada kuartal IV 2025.
Arus masuk investasi terbesar berasal dari sektor industri logam dasar yang mencapai 3,7 miliar dolar AS.
Ratna melanjutkan dari kawasan regional, mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat pada perdagangan Senin (27/4/2026).
Investor cenderung mengabaikan belum terjadinya perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, serta tetap tingginya harga minyak mentah global.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar seiring dinamika geopolitik.
Iran dilaporkan menawarkan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, serta mengusulkan penundaan pembicaraan terkait program nuklir.
Adapun berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor energi turun paling dalam sebesar 1,21 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar di antaranya JAWA, ESIP, IFSH, BOBA, dan SMMT.
Sementara, saham dengan pelemahan terdalam meliputi HOPE, BABY, KDTN, BRNA, dan ENRG.
Total nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp16,57 triliun dengan volume 33,17 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 2,20 juta kali transaksi. Sebanyak 408 saham menguat, 264 saham melemah, dan 147 saham tidak bergerak.
Di Asia, indeks Nikkei 225 dan Kospi ditutup pada rekor tertinggi.
Sementara itu, data keuntungan industri di China meningkat 15,5 persen yoy pada Maret 2026, membaik dari 15,2 persen pada Februari 2026.
Pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan Bank of Japan pada 28 April 2026 yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75 persen.
- bursa efek indonesia
- menkeu purbaya
- Ihsg hari ini
- indeks lq45
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kinerja Moncer 2025, Indonet Perluas Jaringan dan Data Center
-
Kabar Buruk! Rodri dan Ruben Dias Tumbang, Manchester City Terancam Gagal Salip Arsenal?
-
PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang
-
Resmi Dilantik Gubernur Pramono, Cek Daftar Nama Pejabat Baru di Lingkungan Pemprov DKI
-
Artis dan Konten Kreator Hadir Memeriahkan Folago All Stars di Bursa Efek Indonesia
-
Krisis Bahan Baku Tekan Industri Makanan dan Minuman
-
Tekan Populasi Ikan Sapu-Sapu, Pemkot Jaktim Gelar Operasi Serentak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.