Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Transisi Energi, ESDM Uji B50 pada Kereta Api Bogowonto

4 Senin, 27 Apr 2026, 10:58 WIB | Oleh:
Dukung Transisi Energi, ESDM Uji B50 pada Kereta Api Bogowonto Dukung Transisi Energi, ESDM Uji B50 pada Kereta Api Bogowonto Doc: ANTARA
Ket. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Alistiani Dewi dalam sambutan pada uji penggunaan bahan bakar B50 pada sektor kereta api di PUK Lempuyangan Yogyakarta. Senin (27/4/2026).

YOGYAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan uji penggunaan bahan bakar B50 pada mesin diesel kereta api, salah satunya di PUK Lempuyangan, Kota Yogyakarta.

"Yang sektor kereta api ini dilakukan uji dua hal. Di Lempuyangan sampai dengan Jakarta untuk uji genset, seperti yang kita lihat pengisian di genset yang nantinya dilakukan selama 2.400 jam," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Alistiani Dewi dalam sambutan di PUK Lempuyangan Yogyakarta, Senin (27/4).

Dia mengatakan B50 merupakan campuran bahan bakar minyak solar sebesar 50 persen dengan bahan bakar nabati jenis biodiesel sebesar 50 persen. Uji coba juga dilakukan di lokomotif kereta api Surabaya-Jakarta selama enam bulan.

"Jadi nanti terakhir untuk uji penggunaan B50 di perkeretaapian pada Oktober 2026. Jadi kita melaksanakan uji di kondisi yang sesungguhnya untuk kita bisa melihat hasilnya seperti apa," katanya.

Dirjen EBTKE mengatakan, pelaksanaan uji penggunaan B50 sudah dilakukan sejak tahun lalu, sebagai kesiapan penggunaan B50 yang dimulai 1 Juli 2026. Uji jalan untuk real condition sudah dimulai sejak 9 Desember 2025, dan sudah melalui rangkaian uji teknis laboratorium.

"Jadi sejak 9 Desember kita sudah mulai seluruh rangkaian dari uji pelaksanaan di otomotif, di pertambangan, di alat pertanian, di perkapalan, di genset, dan terakhir ini uji di perkeretaapian karena harus nunggu Lebaran selesai. Jadi baru kali ini kita uji untuk yang kereta," katanya.

Dia menjelaskan, program B50 mempunyai sejarah panjang sejak 15 tahun lalu, dan bahan bakar B50 itu hanya ada di Indonesia. Bahkan saat ini di Indonesia, capaiannya sudah nomor satu di dunia.

"Bahkan tidak ada rujukan teknis yang bisa kita akses. Jadi tidak ada contohnya, ini yang membuat kebanggaan kita sendiri. Bahkan, saat ini negara lain buru-buru berbondong-bondong ke negara kita, berkontak bagaimana menjalankan B50, karena benar rujukan, contohnya tidak ada selain di kita," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, uji penggunaan B50 ini merupakan langkah yang sangat penting dan harus dilakukan saat ini. Pihaknya berharap pelaksanaan uji penggunaan B50 bisa lancar, dan bisa bersama menyaksikan bagaimana proses penggunaan bahan bakar ini.

"Dan yang perlu diketahui badan usaha saat ini juga meningkatkan spesifikasi dari B50, spesifikasi dari FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang dicampur dengan solar yang disediakan oleh Pertamina Patra Niaga," katanya.

Sementara itu, Direktur Pengelola Sarana Prasarana PT KAI Heru Kuswanto mengatakan selaku perwakilan direksi PT KAI, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan uji penggunaan B50 pada sektor kereta api.

"Tujuan utama biodiesel B50, campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar adalah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, dan mewujudkan energi hijau yang lebih berkelanjutan," katanya.

Dia mengatakan, manfaat strategis dari program B50 di Indonesia adalah untuk mendukung kemandirian energi, pengurangan emisi karbon, ketahanan ekonomi, diversifikasi energi, dan optimalisasi sektor domestik.

PT KAI memberikan dukungan terhadap penerapan B50 melalui uji coba pada kereta Api Bogowonto, dan akan berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan Lemigas untuk mengevaluasi performa mesin lokomotif, dan generator genset saat beban tinggi menggunakan B50 dan B30.

"Hal yang paling penting dipastikan adalah menjaga keselamatan, keamanan, dan evaluasi teknis berkelanjutan untuk menjaga keandalan sarana. Harapannya ini berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi industri perkeretapian dalam mendukung transisi energi nasional, dan transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.