Uni Eropa Adopsi Paket Sanksi Ke-20 Terhadap Rusia, Targetkan Sektor Energi dan Keuangan

Jumat, 24 Apr 2026, 01:35 WIB

BRUSSELS - Uni Eropa (UE) resmi mengadopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia pada Kamis (23/4), yang secara signifikan memperluas cakupan pembatasan ekonomi ke sektor energi, keuangan, perdagangan, pertahanan, dan upaya anti-penghindaran bea masuk.

Paket tersebut mencakup 36 daftar baru di sektor energi Rusia meliputi kegiatan hulu dan hilir, seperti eksplorasi minyak, ekstraksi, penyulingan, dan transportasi, menurut sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Arsip foto - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Dua pelabuhan Rusia, yaitu Murmansk dan Tuapse, beserta Terminal Minyak Karimun di Indonesia masuk dalam daftar karena terkait dengan penghindaran sanksi.

Penghindaran sanksi adalah penghindaran yang disengaja terhadap pembatasan hukum (pembekuan aset, larangan perdagangan) yang dikenakan pada negara, entitas, atau individu, yang sering kali melibatkan perusahaan fiktif, dokumen palsu, pengalihan barang melalui negara ketiga, dan transaksi keuangan yang menipu.

UE juga memperluas langkah-langkah terhadap apa yang disebut "armada bayangan" Rusia, dengan menambahkan 46 kapal dan entitas tambahan, sehingga jumlah total kapal yang dikenai sanksi menjadi 632. Ratusan kapal itu dikenai larangan akses pelabuhan dan pembatasan layanan.

Pengamanan baru juga diperkenalkan untuk mencegah penjualan kapal tanker UE mendukung ekspor minyak Rusia.

Selain itu, UE meletakkan dasar untuk larangan yang akan datang terhadap transportasi maritim minyak dan produk minyak bumi Rusia, yang akan dikoordinasikan dengan G7.

Pemblokiran tersebut memperketat pembatasan terhadap 20 bank Rusia, sehingga total 70 bank dilarang masuk ke pasar UE.

Larangan penuh diberlakukan terhadap transaksi dengan penyedia layanan aset kripto Rusia, bersamaan dengan pembatasan mata uang digital terkait Rusia, termasuk rubel digital yang diusulkan.

Larangan baru ekspor mencakup barang senilai lebih dari 365 juta euro (Rp7,3 triliun), sementara pembatasan impor diberlakukan terhadap logam, bahan kimia, dan mineral senilai lebih dari 530 juta euro (Rp10,7 triliun).

UE juga menambahkan 58 perusahaan terkait industri militer Rusia, termasuk pemasok sejumlah negara, seperti China, Uni Emirat Arab, dan Kazakhstan.

Untuk pertama kalinya, UE mengaktifkan mekanisme anti-penghindaran, dengan alasan kekhawatiran atas ekspor ulang barang-barang sensitif melalui Kyrgyzstan. Langkah itu menargetkan barang-barang yang digunakan dalam produksi drone dan rudal.

Sanksi tersebut mencakup 120 daftar baru, 33 individu, dan 83 entitas, yang dikenakan pembekuan aset dan larangan perjalanan.

"Perang ekonomi Rusia semakin tertekan, sementara Ukraina mendapatkan dorongan besar. Kami harus terus memberikan tekanan ini sampai (Presiden Rusia Vladimir) Putin memahami bahwa perangnya tidak akan ke mana-mana," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas.

Paket sanksi tersebut tertunda karena perbedaan pendapat internal, termasuk pertentangan dari Perdana Menteri Republik Hungaria Viktor Orban, yang akan segera turun jabatan.

Setelah pergantian kepemimpinan di Budapest, berbagai keberatan itu dihilangkan, sehingga membuka jalan bagi penyelesaian sanksi tersebut.

  • rusia
  • sanksi uni eropa
  • terminal minyak karimun
  • kaja kallas
  • perang ekonomi

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Patuhi AS, UEA Kini Didesak Ikut Tekan Ekonomi Iran

Penyusutan debit air Sungai Citarum di Cihampelas

Presiden Prabowo Turun ke Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan Barat

13 Titik Longsor Dibuka, Distribusi Bantuan ke Pulau Palue Flores Kini Lancar

Menpar Minta SDM Indonesia Manfaatkan Peluang Kerja di Industri Pariwisata Global

19 Tahun SIMGROUP, Perkuat Transformasi Lewat Inovasi dan Aksi Sosial.

Terindikasi Judol, Pemkab Bandung Verifikasi Data 1.066 ASN

hIPlay Playground Hadir, Jadi Wadah Pengembangan IP Lokal Indonesia

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Kebakaran Hutan di Pontianak Kalimantan Barat

Fibreno Buka Gerai Pertama di Indonesia, Hadirkan “Color for Life” di Plaza Indonesia

Taman Robot Galaxy Dibuka di Korea Selatan, Ada Pertunjukan K-pop Bertenaga Robot AI

Kebakaran Sudah Padam, Gunung Bromo Kembali Dibuka, Kuota 2.752 Wisatawan per Hari

Warga Sarawak Tercekik Kabut Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Sekolah-Sekolah Ditutup

Jika Temukan Titik Api Kebakaran Hutan, Masyarakat Diminta Segera Lapor!

Darurat Kebakaran Hutan, DPR Desak Kemenkeu Cairkan Anggaran Rp290 Miliar untuk Tangani Karhutla

Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 Rp2,710 Juta/Gram, Antam Rp2,782 juta/Gram, UBS Rp2,774 Juta/Gram

Puluhan Warga AS Keracunan Kecambah Alfalfa, Terinfeksi Salmonella dan E.Coli

Dukung Ketahanan Energi, Kemenhub Perkuat Transportasi Rendah Karbon Lewat ITS 2026

NTT Masih Diguncang Gempa, BMKG: Gempa M5,2 di Flores Pagi Ini Tidak Berpotensi Tsunami

Film Live-action Naruto Segera Digarap, Charles Melton Bakal Jadi Kakashi?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.