Dugaan Keracunan MBG, BGN Tutup Sementara Dapur di Bengkulu Tengah

Jumat, 24 Apr 2026, 16:40 WIB

Kabupaten Bengkulu Tengah - Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang Seri 1 di Kabupaten Bengkulu Tengah setelah sejumlah siswa sekolah menengah pertama mengalami keracunan diduga mengkonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kita telah membuat laporan khusus ke BGN Pusat dan telah ke luar surat untuk pemberhentian sementara hingga menunggu hasil investigasi selesai dilakukan," kata Koordinator BGN wilayah Bengkulu Tengah Roni Vidiansyah di Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (24/4).

Ket. Foto: Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah saat melakukan pemeriksaan di dapur SPPG Kembang Seri 1 setelah sejumlah siswa mengalami keracunan diduga akibat MBG, Jumat (24/4). — Sumber: Antara

Pemberhentian operasional dapur SPPG tersebut dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu situasi dan kondisi kondusif serta hasil pemeriksaan di laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selesai.

Jika berdasarkan hasil investigasi dan laboratorium BPOM menerangkan bahwa para siswa mengalami keracunan akibat mengkonsumsi MBG, maka BGN pusat akan memberikan sanksi tegas terhadap pengelola dapur SPPG Kembang Seri 1 Kabupaten Bengkulu Tengah.

"Jika terbukti bersalah dan ada SOP yang dilanggar, maka BGN pusat akan memberikan sanksi dan sanksi terberat yang akan diberikan yaitu pencabutan izin secara permanen," terang Roni.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu melakukan penanganan dan investigasi terkait dugaan sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 3 mengalami keracunan diduga akibat mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG).

"Kami prihatin atas kejadian ini. Pemerintah daerah sudah menginstruksikan tim satgas untuk melakukan investigasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar," sebut Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto.

Untuk para korban yang mengalami keracunan dan dibawa ke fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut, pemerintah kabupaten memastikan bahwa para petugas memberikan pelayanan maksimal kepada para siswa yang mengalami gejala.

Di sisi lain, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah, puskesmas dan tim satgas kabupaten telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu.

"Sudah diambil uji laboratorium. Saat ini sedang dalam perjalanan ke BPOM. Sampel diambil oleh tim Dinkes, puskesmas, dan satgas kabupaten," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah Barti Hasibuan.

Diketahui, berdasarkan informasi, menu MBG yang dikonsumsi siswa yang mengalami keracunan tersebut yaitu ayam woku, tahu, tumis buncis dan wortel, nasi, buah, serta air minum.

Untuk gejala yang dialami siswa muncul dalam rentang waktu yang berbeda. Sebagian siswa merasakan keluhan sekitar satu jam setelah makan, sementara lainnya mengalami gejala hanya beberapa saat setelah mulai mengonsumsi makanan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.