Cegah Stunting bagi Ibu-Balita, BGN Kaltim Antar Langsung Paket Makanan Bergizi ke Rumah
Minggu, 08 Feb 2026, 14:02 WIBSAMARINDA â Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Timur memprioritaskan layanan pengantaran makanan langsung ke rumah demi menjamin asupan nutrisi berkualitas bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Metode ini berbeda dengan sekolah karena paket untuk golongan 3B diantar langsung dari pintu ke pintu atau melalui sesi makan bersama di Posyandu sebulan sekali," kata Pendamping Koordinator Regional BGN Kalimantan Timur, Sirajul Amin, di Samarinda, Minggu (08/2).
Program ini menargetkan perbaikan kualitas gizi masyarakat sekaligus menjadi upaya strategis dalam mencegah stunting pada masa kritis 1.000 hari pertama kehidupan.
Mekanisme distribusi makanan bagi penerima manfaat diatur secara terjadwal sebanyak dua kali dalam sepekan yakni setiap hari Senin dan Kamis.
Penyaluran pada hari Senin mencakup makanan siap santap serta dua paket makanan kering seperti roti, telur rebus, atau buah untuk konsumsi hari Selasa dan Rabu.
"Pengiriman paket pada hari Kamis berisi satu porsi makanan siap santap ditambah dua paket makanan kering guna memenuhi kebutuhan gizi sepanjang hari Jumat dan Sabtu," jelas Sirajul.
Standar operasional menetapkan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya melayani radius pengantaran maksimal 30 menit agar kesegaran makanan tetap terjaga.
Petugas lapangan diwajibkan melakukan uji organoleptik secara acak dengan mengamati rupa, mencium aroma, dan merasakan sampel makanan sebelum didistribusikan ke masyarakat.
"Langkah preventif tersebut dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak ada kontaminasi benda asing atau tanda-tanda makanan basi yang dapat membahayakan kesehatan penerima," katanya.
Struktur operasional setiap unit pelayanan diperkuat oleh keberadaan tenaga ahli gizi dan akuntan yang bertugas memantau kualitas bahan baku serta proses penyediaan makanan.
Koordinasi intensif dengan pihak terkait terus dilakukan mengingat data sasaran ibu hamil dan balita bersifat sangat dinamis dan berubah lebih cepat dibandingkan data pelajar.
Sirajul mengatakan variasi menu berbasis kearifan lokal Kaltim seperti olahan ikan sungai dan sayuran daerah juga disiapkan agar penyediaan pangan tidak bergantung pada pasokan luar.
Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim ini sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memberdayakan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM sebagai pemasok bahan mentah di sekitar dapur layanan, dengan potensi serapan mencapai 18.600 orang.
- Cegah Stunting
- BGN Kaltim
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
FIFA Digugat Soal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Final Tembus Rp2 Miliar
-
Lebaran Tanpa Biaya! Bank Mandiri Lepas 215 Bus untuk 10.000 Pemudik Gratis 2026
-
Tingkat prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara
-
Pertamina Patra Niaga Kalimantan Pastikan Distribusi BBM Makin Kondusif
-
Sri Lanka Batasi Pembelian BBM: Mobil Maksimal 15 Liter dan Motor 5 Liter per Minggu
-
AS Klaim Mampu Buka Selat Hormuz Sendiri Tanpa Bantuan Negara Lain
-
Kemendag: Pemerintah Perkuat Penetrasi Produk Pangan Unggulan di Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.