Terkuak! Teleskop Tiongkok Temukan 20.000 Sistem Bintang Tersembunyi

Kamis, 23 Apr 2026, 23:37 WIB

BEIJING - Teleskop Tiongkok menemukan lebih dari 20.000 bintang tersembunyi yang belum pernah tercatat sebelumnya, di mana mereka merupakan gugus terdiri dari dua atau lebih bintang yang terikat oleh gratvitas dan terlalu rapat untuk terlihat dengan teleskop.

Untuk melihat 20 ribu-an bintang itu, peneliti menggunakan Teleskop Guo Shoujing (nama seorang astronom sekaligus insinyur hidraulik ternama Tiongkok pada abad ke-13) milik Tiongkok atau Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (Lamost) dengan memanfaatkan data spektral bersolusi menengah teleskop tersebut, seperti dilaporkan Science and Technology Daily, Rabu (22/4).

Ket. Foto: — Sumber: NASA

Profesor di Universitas Shandong, Tiongkok, Li Kai, yang juga penulis korespondensi (corresponding author) dalam studi tersebut, menyatakan, studi tersebut tidak hanya secara signifikan memperkaya katalog sistem bintang majemuk yang telah diketahui, tetapi juga memberikan metode baru yang efisien dan andal untuk penelitian di masa mendatang.

“Seiring data yang terus bertambah, pemahaman kita tentang alam semesta juga akan semakin mendalam,” kata Li.

Sistem bintang majemuk spektroskopis merupakan kelompok bintang yang anggotanya begitu dekat satu sama lain dan sangat jauh dari Bumi sehingga teleskop yang paling kuat pun tidak dapat mengamatinya secara visual. Keberadaan mereka hanya dapat dikonfirmasi dengan menganalisis cahaya yang dipancarkannya, atau spektrumnya.

Sistem tersebut sangat umum ditemukan di Galaksi Bima Sakti dan memainkan peran penting dalam kelahiran, evolusi, dan interaksi gravitasi bintang.

“Namun, dibandingkan dengan begitu banyaknya jumlah bintang di galaksi kita, jumlah sistem bintang semacam itu yang telah dikonfirmasi oleh manusia masih sangat kecil,” tutur Li.

Demi melacak sistem bintang tersebut, tim peneliti menggunakan program khusus untuk menganalisis spektrum yang diperoleh dari LAMOST. Setelah melatih algoritma dengan sampel-sampel yang dipilih secara cermat guna memastikan akurasi, para astronom kemudian menerapkan algoritma tersebut pada hampir 450.000 objek langit.

Hasilnya cukup signifikan dengan penemuan 15.887 kandidat bintang biner, 8.771 kandidat bintang tripel, dan tambahan 294 sistem biner “tersembunyi”.

Sebagian besar bintang di sistem-sistem tersebut, antara 87 dan 97 persen, merupakan bintang deret utama, yakni bintang-bintang umum seperti Matahari yang berada dalam masa pembakaran stabil, tunjuk analisis itu.

Tim juga melakukan analisis orbit terhadap sistem-sistem yang memiliki data pengamatan memadai, hingga berhasil menurunkan parameter-parameter orbit dari 300 lebih sistem biner, dan mengidentifikasi informasi orbit pada lebih dari 40 sistem bintang tripel hierarkis, di mana bintang-bintang tersebut memiliki struktur bertingkat.

Pada sistem bintang tripel hierarkis, biasanya, dua bintang berada relatif dekat antara satu sama lain dan mengorbit di sekitar pusat massa bersama, sementara bintang ketiga mengelilingi kedua bintang tersebut dari jarak yang lebih jauh.

Temuan ini telah dipublikasikan di Astrophysical Journal Supplement Series (ApJS), jurnal astronomi internasional terkemuka.

Teleskop LAMOST, yang berlokasi di wilayah Xinglong di Provinsi Hebei, Tiongkok utara, merupakan fasilitas ilmiah utama nasional yang dioperasikan oleh Observatorium Astronomi Nasional Tiongkok di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS).

Dengan apertur efektif sekitar empat meter dan 4.000 serat optik, teleskop itu memiliki salah satu tingkat pengumpulan data spektral tertinggi di antara teleskop-teleskop astronomi di dunia. Ant/Xinhua

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.