Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Tata Kelola Kopdes agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Tata Kelola Kopdes agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Doc: istimewa
Ket. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan pentingnya penguatan tata kelola dalam pelibatan Kopdes Merah Putih sebagai penyalur banso) agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Dengan tata kelola yang baik, Kopdes tidak hanya menjadi penyalur bansos, tetapi juga pilar penguatan ekonomi desa.

Jakarta – Penguatan tata kelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi faktor krusial dalam memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) berjalan tepat sasaran dan akuntabel. Tanpa sistem yang transparan dan pengawasan yang kuat, pelibatan koperasi justru berisiko menimbulkan konflik kepentingan hingga praktik patronase.

Seperti dikutip dari Antara, Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan pentingnya penguatan tata kelola dalam pelibatan Kopdes Merah Putih sebagai penyalur banso) agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Menurut Yusuf, secara konsep, pelibatan desa memang dapat meningkatkan akurasi penyaluran bansos karena pihak desa lebih memahami kondisi masyarakat setempat. Namun, ia menilai hal tersebut tetap harus diiringi dengan sistem pengawasan yang kuat.

“Namun, kalau tata kelolanya lemah, justru membuka ruang patronase, di mana akses bansos bergantung pada kedekatan, bukan kebutuhan,” ujar Yusuf di Jakarta, Rabu (22/4).

Ia juga menyoroti potensi konflik kepentingan dalam skema tersebut, terutama apabila penerima bansos turut terlibat sebagai pengelola atau pekerja di koperasi yang menyalurkan bantuan.

“Kalau penerima bansos juga menjadi bagian dari pengelola atau pekerja di koperasi yang menyalurkan, batas antara penerima dan penyalur jadi kabur. Ini berisiko,” katanya.

Yusuf menegaskan, dalam praktik perlindungan sosial, pemisahan peran antara penyalur dan penerima merupakan prinsip penting untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi.

Untuk itu, ia mengusulkan sejumlah prasyarat agar penyaluran bansos tetap tepat sasaran. Pertama, data penerima harus terintegrasi dengan sistem pusat dan diperbarui secara berkala, bukan hanya mengandalkan data lokal yang statis.

Kedua, mekanisme penyaluran sebaiknya dilakukan secara non-tunai agar mudah ditelusuri. Ketiga, perlu disediakan kanal pengaduan yang independen dan tidak bergantung pada struktur koperasi maupun pemerintah desa.

“Sehingga masyarakat memiliki ruang aman untuk menyampaikan keluhan,” ujarnya.

Selain itu, Yusuf menilai implementasi kebijakan sebaiknya tidak langsung dilakukan secara luas, melainkan diawali dengan uji coba.

“Perlu uji coba dan evaluasi terlebih dahulu sebelum diperluas,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari infrastruktur ekonomi nasional yang dirancang untuk memperkuat akses ekonomi masyarakat desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Ekonomi
BPS Catat 319 Daerah Hadapi...
Daerah
Fenomena Super New Moon, Su...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.