MBG Ditargetkan Sasar 82,9 Juta Anak pada 2026
Kamis, 23 Apr 2026, 03:17 WIBKOTA PADANG - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan 82,9 juta anak Indonesia sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.
âHari ini sudah ada 62 juta penerima manfaat yang telah menikmati MBG dan kita targetkan 82,9 juta anak Indonesia menikmati MBG di tahun ini,â kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4).
Dadan mengatakan target sasaran 82,9 juta MBG tersebut dalam rangka menyukseskan salah satu program nasional yang merupakan bagian dari AstaCita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.
Menurutnya, implementasi MBG yang sudah dijalankan pada awal Januari 2025 akan berpengaruh besar terhadap keberhasilan Indonesia di masa depan. Sebab program ini bersinggungan dengan banyak aspek, kata dia, antara lain pencegahan tengkes hingga produktivitas masyarakat. âAnak yang sehat akan menjamin produktivitas di masa tua,â ujar Dadan.
Pada kesempatan itu Dadan kembali mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk terus memperhatikan petunjuk teknis dan standar operasional yang telah ditetapkan.
Selain kelengkapan dokumen seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Dadan juga menegaskan pentingnya SPPG menyiapkan fasilitas pendukung.
Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy mengatakan implementasi MBG tidak hanya difokuskan kepada daerah-daerah di perkotaan, namun juga akan menyasar semua daerah di Ranah Minang.
Khusus di Sumbar BGN mencatat terdapat 402 SPPG dimana 70 diantaranya berada di Kota Padang. Dengan jumlah itu, setidaknya terdapat 400 miliar rupiah uang yang berputar di Ranah Minang untuk memenuhi kebutuhan MBG.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong pemerintah memperkuat perbaikan dan penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari penguatan kualitas pelaksanaan program MBG agar manfaatnya optimal bagi anak.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan langkah pembenahan tersebut penting untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga di tengah skala program yang besar.
âSPPG tentu tidak mungkin secara sengaja meracuni makanan anak. Tapi jika tata cara memasak tidak benar, bahan makanan tidak tepat, atau kebersihan tidak terjaga sehingga menimbulkan bakteri atau virus, itu adalah bentuk kelalaian yang menimbulkan korban,â ujarnya di Jakarta, Rabu.
Ia menekankan bahwa potensi kelalaian harus dicegah melalui penguatan sistem dan standar operasional. Ant/S-2
- MBG
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
NATO Gelar Latihan Serangan Amfibi Skala Besar untuk Membebaskan Wilayah di Sayap Timur Aliansi
-
MBG Jangkau 27 Ribu SPPG dengan Serap Anggaran Rp60 Triliun
-
Penertiban Penjual Petasan di Malam Ramadan
-
Selat Hormuz Memanas: Militer AS Bakal Turun Tangan Kawal Kapal Tanker
-
Masyarakat Diminta untuk Lapor jika Ada Penyimpangan MBG
-
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Standar Pelayanan SPBU di Aceh Jelang Ramadan 2026
-
BPBD Tangerang Imbau Warga Cek Instalasi Listrik Secara Berkala
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.