BMKG: Waspadai Hujan Lebat di Jawa Tengah Selatan hingga Akhir April
Kamis, 23 Apr 2026, 08:39 WIBCILACAP â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga akhir April 2026.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Kamis (23/4), mengatakan imbauan tersebut didasarkan pada surat peringatan dini cuaca dan iklim Nomor e.B/KL.00.02/011/KBB2/IV/2026 tertanggal 20 April 2026 untuk wilayah Jawa Tengah yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II.
"Berdasarkan surat tersebut, seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini masih berada pada periode musim hujan sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," katanya.
Ia mengatakan potensi hujan lebat pada 23 April 2026 diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Jateng selatan, antara lain Kabupaten Cilacap bagian barat seperti Dayeuhluhur, Kedungreja, Kawunganten, Gandrungmangu, Sidareja, Majenang, Wanareja, Cipari, Patimuan, Bantarsari, dan Kampung Laut.
Selain itu, hujan lebat juga berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas, seperti Sumbang, Baturraden, dan Kedungbanteng serta sejumlah kecamatan di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.
Untuk periode 24â26 April 2026, potensi hujan lebat bergeser ke wilayah Kabupaten Cilacap bagian tengah hingga timur, meliputi Kecamatan Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, Kroya, Maos, Jeruklegi, Sampang, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara.
Hujan lebat juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Banyumas, seperti Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak, serta sebagian Kabupaten Kebumen yang meliputi Kecamatan Ayah dan Rowokele.
Pada periode 27â30 April 2026 tidak terdapat prakiraan hujan lebat di wilayah Jawa Tengah.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana di Jateng selatan, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG," katanya.
Pihaknya juga memastikan bahwa pada periode tersebut tidak terdapat peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Jateng.
Teguh mengatakan masyarakat dapat mengakses informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG untuk memperoleh pembaruan hingga tingkat kecamatan.
âDengan adanya peringatan dini tersebut, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah Jateng selatan dapat melakukan langkah mitigasi guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi,â katanya.
- Cuaca
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mulai Oktober! Usia 17 Tahun Kini Bisa Buka Rekening BRI, Apa Syaratnya?
-
Kasus Gigitan Hewan Pembawa Rabies Meningkat, Pemkab Dompu Perkuat Koordinasi Pencegahan.
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota di Indonesia Berpotensi Hujan pada Kamis Ini
-
Dinkes Cirebon Mengintensifkan Program Cegah Stunting Sejak Remaja
-
Modi dan Xi Jinping Bertemu, India-Tiongkok Sepakat Selesaikan Sengketa Perbatasan
-
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Terjadi Desember 2026
-
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.