Talkshow Kartini ParagonCorp: Targetkan Pengembangan Kepemimpinan Perempuan
Rabu, 22 Apr 2026, 15:20 WIBJAKARTA - ParagonCorp menggelar talkshow bertajuk "Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming" dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh perempuan dari berbagai latar belakang untuk membahas perjalanan hidup, keraguan, hingga proses bertumbuh.
Acara yang berlangsung di Wisma Habibie & Ainun ini dihadiri oleh tokoh seperti Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr. Sari Chairunnisa. Diskusi dipandu oleh Marissa Anita dan menjadi bagian dari penguatan inisiatif Womenâs Space yang diusung ParagonCorp.
Dalam diskusi tersebut, ParagonCorp mengangkat narasi tentang banyaknya perempuan yang memiliki keinginan untuk berkembang, namun masih dibayangi keraguan diri. Berdasarkan riset Mestara 2025, sebanyak 83 persen perempuan ingin berkembang, tetapi hanya sekitar 30 persen yang merasa cukup percaya diri untuk melangkah.
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, menilai keraguan bukan hal yang harus dihindari. Ia menegaskan bahwa perasaan tersebut justru bisa menjadi bagian dari proses pertumbuhan.
"Keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi dan justru dari situlah kita bertumbuh," ujar Sari.
Pandangan serupa juga disampaikan Retno Marsudi yang menilai pertanyaan terhadap kemampuan diri kerap muncul dalam perjalanan perempuan. Menurutnya, justru dari pertanyaan tersebut muncul dorongan untuk terus maju.
"Namun bagi saya, justru saat pertanyaan itu hadir, di situlah semangat saya tumbuh," kata Retno.
Sementara itu, Susy Susanti menyoroti pengalamannya berada di lingkungan yang didominasi laki-laki. Ia menekankan pentingnya ketangguhan dan sikap pantang menyerah sebagai kunci untuk bertahan dan berkembang.
"Pesan untuk pantang menyerah menjadi kekuatan bagi saya untuk terus maju," ujarnya.
Nikita Willy turut berbagi pengalaman mengenai tekanan hidup di ruang publik yang penuh ekspektasi. Ia menilai penting bagi perempuan untuk tetap jujur pada diri sendiri di tengah berbagai penilaian dari luar.
Di sisi lain, Nadia Habibie menyoroti makna privilege yang tidak hanya sebatas kesempatan, tetapi juga tanggung jawab. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki peran untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Selain membahas pengalaman personal, diskusi ini juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan dalam proses pertumbuhan perempuan. ParagonCorp menilai tidak semua perempuan memiliki akses terhadap ruang aman untuk berkembang.
Melalui inisiatif Womenâs Space, ParagonCorp menghadirkan wadah bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan. Program ini telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan di berbagai kota di Indonesia sejak diluncurkan pada 2023.
Ke depan, Womenâs Space akan diperkuat melalui program mentorship yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan perempuan. Program ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin perempuan yang tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Momentum Hari Kartini dimanfaatkan ParagonCorp sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk berani melangkah dan berkembang.
- Hari Kartini
- Kesetaraan Gender
- kepemimpinan perempuan
- ParagonCorp
- Paragon Corp
- Pemberdayaan Perempuan
- Women’s Space
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
-
Telkom Bekali 260 Perempuan UMKM Keterampilan AI untuk Bisnis Digital
-
27,6% Perempuan Indonesia Insecure soal Gigi
-
Mengenal Aminah Syukur, Sosok Pahlawan Pendidikan yang Mengubah Masa Depan
-
Sambut Hari Kartini, Puan Sebut Perempuan Berperan Menentukan Perjalanan Bangsa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.