Pemkot Makassar Benahi Tiga Terminal Utama, Dari Infrastruktur hingga Penertiban Terminal Bayangan
Rabu, 22 Apr 2026, 06:20 WIBMakassar - Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro terus bergerak membenahi "wajah" tiga terminal agar lebih modern dan menciptakan kenyamanan pengguna.
Sebanyak tiga terminal utama yang kini menjadi prioritas penataan adalah Terminal Regional Daya (TRD) di Kecamatan Biringkanaya, Terminal Mallengkeri di Kecamatan Tamalate, dan Terminal Toddopuli di Kecamatan Panakkukang.
"Pembenahan dilakukan secara bertahap dan terukur di tiga terminal utama, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, hingga penguatan fungsi pelayanan," kata Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro Elber Maqbul Amin di Makassar, Sulsel, Selasa (21/4).
Perumda Terminal Makassar Metro menegaskan komitmen untuk terus mendukung penataan dan penguatan fungsi terminal.
Sinergi lintas sektor, khususnya dalam penegakan regulasi, menjadi kunci dalam mewujudkan terminal yang tertib, nyaman, dan produktif sebagai wajah transportasi darat Kota Makassar.
Langkah pembenahan itu tidak hanya menyentuh aspek fisik seperti perbaikan dan pengaspalan jalan dalam kawasan terminal, tetapi juga penertiban terminal bayangan yang selama ini mengganggu ketertiban lalu lintas dan mengurangi potensi pendapatan daerah.
Pemerintah juga mengaktifkan kembali sejumlah lokasi strategis agar terminal tidak sekadar menjadi tempat naik dan turun penumpang, melainkan ruang publik yang tertata, aman, dan memiliki nilai estetika.
"Khusus Terminal Daya, kami lakukan pembenahan kawasan secara menyeluruh, mencakup peningkatan infrastruktur, penataan operasional, hingga penguatan regulasi," katanya.
Langkah PD Terminal Makassar Metro itu guna mendorong optimalisasi fungsi Terminal Regional Daya sebagai simpul transportasi utama sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Hingga saat ini, kata dia, tantangan utama masih terletak pada aktivitas naik dan turun penumpang, salah satunya praktik pengambilan penumpang di luar area terminal.
Seperti di pinggir jalan maupun di pool perusahaan otobus (PO), katanya, hal itu masih sering terjadi. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimal fungsi terminal sebagai pusat layanan transportasi dan penggerak ekonomi kawasan.
Sebagai langkah konkret, Perumda Terminal Makassar Metro telah menyiapkan fasilitas dan lahan di dalam kawasan terminal untuk mengakomodasi kendaraan kecil maupun PO yang ingin beroperasi secara resmi di dalam terminal.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong seluruh aktivitas transportasi terpusat di dalam terminal.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Korea Selatan Resah Usai Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
-
Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak Penertiban, Solusi Modal Usaha agar Tak Kembali Langgar Aturan
-
Usai OTT KPK, Aktivitas KPP Pratama dan Madya Banjarmasin Tetap Berjalan Normal
-
Gubernur Jambi Perkuat UMKM sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi
-
Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Nasional Terus Tumbuh
-
Kemendagri Gandeng BPS dan BNPP Petakan 15.000 Rumah di Perbatasan Jadi Layak Huni
-
Polda Bali Tegaskan Pulau Dewata Aman, Respons Travel Warning Korea Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.