Restrukturisasi Jiangsu Delong Disahkan, Investasi Baru Perkuat Operasional GNI di Indonesia
Senin, 20 Apr 2026, 20:22 WIBJAKARTA â Proses restrukturisasi perusahaan tambang nikel asal Tiongkok, Jiangsu Delong Nickel Industry, resmi mencapai tonggak penting setelah disahkan oleh pengadilan setempat. Keputusan ini sekaligus membuka jalan bagi masuknya investasi baru yang diharapkan mampu memperkuat operasional industri nikel di Indonesia, khususnya di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).
Pengadilan Rakyat Kabupaten Xiangshui, Provinsi Jiangsu, pada 24 Maret 2026 mengesahkan rencana restrukturisasi terhadap Jiangsu Delong bersama 29 entitas terkait, sehingga mencakup total 30 perusahaan. Dengan pengesahan tersebut, proses restrukturisasi yang telah berlangsung sejak 2024 dinyatakan selesai.
âDalam proses restrukturisasi ini, Zheshang Development bertindak sebagai investor inti. Perusahaan milik negara dari Provinsi Zhejiang tersebut kini memasuki tahap implementasi investasi yang dinilai krusial,â tulisa GNI melalui siaran pers pada hari Senin (20/4).
Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa Zheshang Development bersama mitranya telah mulai terlibat langsung dalam kegiatan produksi dan operasional GNI. Keterlibatan ini mencakup pengelolaan rantai pasok hingga proses produksi, dengan memanfaatkan pengalaman industri yang dimiliki para mitra.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi baru sekaligus meningkatkan efisiensi operasional GNI, yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen nikel besi berbasis modal Tiongkok terbesar di Indonesia.
Berdasarkan keterangan resmi, GNI merupakan anak perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki sebesar 99,84 persen oleh Jiangsu Delong. Dalam skema restrukturisasi terbaru, Zheshang Development atau entitas yang ditunjuk akan mengakuisisi 75 persen dari kepemilikan tersebut.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan GNI, sekaligus memperkuat posisi investor baru dalam pengelolaan perusahaan.
Zheshang Development sendiri dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrasi rantai pasok, khususnya untuk komoditas logam ferrous dan non-ferrous. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Shenzhen dan mencatatkan pendapatan operasional lebih dari USD 25 miliar selama tiga tahun berturut-turut.
Proses Restrukturisasi dan Persetujuan Kreditur
Proses restrukturisasi Jiangsu Delong dimulai sejak 1 Agustus 2024, ketika pengadilan menerima permohonan restrukturisasi dalam kerangka kepailitan. Tahapan penting berikutnya terjadi pada 30 Januari 2026 melalui rapat kreditur untuk memberikan suara atas rancangan rencana restrukturisasi.
Pemungutan suara dilakukan hingga 20 Maret 2026, dengan pembagian kelompok kreditur yang mencakup kreditur berjaminan, kreditur pajak, kreditur tanpa jaminan, serta kreditur dengan hak prioritas atas proyek konstruksi. Selain itu, pemegang saham juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait penyesuaian hak mereka.
Hasilnya, rencana restrukturisasi memperoleh dukungan mayoritas kuat dari kreditur maupun pemegang saham, yang kemudian menjadi dasar pengesahan oleh pengadilan.
Kolaborasi Industri dan Transisi Operasional
Sebagai bagian dari proses transisi, GNI pada 10 Februari 2026 telah menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahaan peleburan nikel berbasis modal Tiongkok, termasuk Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Nickel Nusantara Industry (NNI). Pertemuan tersebut bertujuan untuk memulai proses serah terima operasional secara bertahap.
Selain itu, Zheshang Development juga menggandeng Jinhai Stainless Steel sebagai mitra strategis. Perusahaan ini memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam industri peleburan baja tahan karat, yang diharapkan dapat memperkuat aspek teknis dan produksi.
Harapan Baru bagi Industri Nikel
Masuknya investasi baru dan restrukturisasi yang telah rampung diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi kinerja GNI ke depan. Dengan dukungan modal, teknologi, dan pengalaman industri, perusahaan diproyeksikan dapat meningkatkan daya saing di tengah ketatnya industri nikel global.
Langkah ini juga mencerminkan dinamika industri pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia, yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan global, terutama untuk kebutuhan energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Dengan restrukturisasi yang telah disahkan, GNI kini memasuki fase baru dengan harapan stabilitas operasional dan pertumbuhan jangka panjang yang lebih kuat.
- Smelter Nikel
- hilirisasi
- Pertambangan Indonesia
- Jiangsu Delong
- Zheshang Development
- Gunbuster Nickel Industry
- Industri Nikel
- Investasi Tiongkok
- Restrukturisasi Perusahaan
- Ekonomi Industri
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Manufaktur Melempem, Sinyal Bahaya untuk Ekonomi Nasional!
-
Kapolri Tinjau Posko Pengungsian di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan ke Korban Bencana
-
Pemkab Lombok Tengah Tata Median Jalan
-
GKKI Serukan Reformasi Koperasi untuk Selamatkan Jati Diri
-
Djokovic Akui Masa Depan Tak Pasti Usai Kalah di Final Australia Open
-
136 Desa di Demak Sediakan Lahan untuk Bangun Gedung Koperasi Desa
-
Cianjur Percayakan 109 Puskesmas untuk Dikelola Koperasi Merah Putih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.