Hancurkan Kutukan Tanah Liat, Ben Shelton Samai Rekor Agassi Usai Tekuk Cobolli di Munich
Senin, 20 Apr 2026, 02:55 WIBJAKARTA -Â Petenis muda berbakat asal Amerika Serikat, Ben Shelton, berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah tenis profesional setelah menjuarai turnamen ATP 250 BMW Open by Bitpanda di Munich, Jerman, Minggu (19/4).
Bertanding dengan kepercayaan diri tinggi, unggulan kedua tersebut sukses menundukkan petenis Italia, Flavio Cobolli, dengan skor 6-2 dan 7-5. Kemenangan ini tidak hanya menandai gelar ATP Tour kelima sepanjang kariernya, tetapi juga mengukuhkan posisi Shelton sebagai petenis putra Amerika Serikat pertama yang mampu merajai turnamen tanah liat di Eropa sejak pencapaian Andre Agassi di Roma pada tahun 2002 silam.
Unggulan kedua itu kalah dari Alexander Zverev pada pertandingan final di turnamen ATP 500 tersebut 12 bulan lalu, tetapi memastikan sejarah tidak akan terulang melawan Cobolli yang berada di peringkat 16 dunia untuk mencatat kemenangan pertamanya atas petenis Top 20 di lapangan tanah liat.
"Saya bermain dengan level yang sangat tinggi dan telah melakukan itu sebelumnya melawannya," kata Shelton setelah pertandingan usai, dikutip dari ATP.
"Hal tersulit adalah mempertahankannya saat ia meningkatkan level permainan. Saya berhasil melakukannya di set kedua dan memainkan tenis yang hebat."
"Saya senang dengan penampilan saya minggu ini. Saya semakin membaik seiring berjalannya minggu dan saya senang dengan kerja keras yang saya dan tim lakukan," ujar petenis berusia 23 tahun itu.
Shelton, juara turnamen lapangan tanah liat di Houston pada 2024, menjadi petenis Amerika pertama yang memenangi gelar di permukaan tanah liat level ATP 250 sejak Agassi di Roma pada 2002. Ia sekarang unggul 4-2 atas Cobolli dalam head to head mereka.
"Saya memiliki ambisi besar untuk lapangan tanah liat," kata Shelton.
"Ini adalah permukaan yang ingin saya tingkatkan setiap tahunnya. Perlahan-lahan ini menjadi salah satu permukaan favorit saya untuk bermain."
Shelton adalah petenis pria Amerika pertama dalam sejarah seri ini (sejak 2009) yang memenangi tiga gelar ATP 500.
Shelton mematahkan servis Cobolli pada gim pertama dan kemudian secara krusial menangkis enam break point di gim servis pertamanya, menetapkan tempo sejak awal pertandingan.
Petenis Italia Cobolli, yang mengalahkan Zverev di semifinal, meningkatkan level permainannya di set kedua tetapi tidak mampu mengalahkan servis Shelton.
Shelton, yang tidak menghadapi break point lagi setelah gim pembuka tersebut, menurut statistik ATP, bangkit dari ketertinggalan 0/30 pada servis di kedudukan 4-5 dan kemudian mematahkan servis Cobolli lagi ketika unggulan keempat itu melakukan kesalahan ganda yang fatal.
Setelah mengamankan kemenangan dalam 90 menit, Shelton merayakannya bersama timnya di pinggir lapangan.
Shelton meraih kemenangan tiga set melawan Emilio Nava dan Joao Fonseca di Munich, sementara ia mengalahkan Alexander Blockx dan Alex Molcan dalam dua set langsung.
Shelton berada di peringkat keenam dalam ATP Live Ranking, hanya terpaut 30 poin dari petenis peringkat kelima dunia, Felix Auger-Aliassime.
- lapangan tanah liat
- ben shelton
- flavio cobolli
- bmw open 2026
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Buku “Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau”, Karya Pewarta Foto Antara Sumbar Iggoy El Fitra
-
Revolusi Penyiaran: Ai Bakal Digunakan dalam Siaran Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026
-
Sinner Tebar Ancaman di Musim Turnamen Tanah Liat
-
Proliga 2026: Pertamina Enduro Balas Kekalahan dari Bandung bjb
-
Sinner Mengamuk di Monako,! Hancurkan Humbert 6-0, Takhta Alcaraz Kini di Ujung Tanduk
-
Manulife Indonesia Tingkatkan Layanan: Kantor Pemasaran Baru Resmi Dibuka di Jakarta Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.