Blue Origin Sukses Luncurkan Roket dengan Pendorong Bekas

Senin, 20 Apr 2026, 02:15 WIB

WASHINGTON DC – Perusahaan antariksa Amerika Serikat (AS) milik pendiri Amazon, Jeff Bezos, berhasil menggunakan kembali dan memulihkan pendorong (booster) untuk peluncuran roket New Glenn pada Minggu (19/4), menegaskan dominasinya atas prestasi teknis yang dapat meningkatkan frekuensi peluncurannya dan memperluas persaingannya dengan SpaceX.

Blue Origin sebelumnya telah meluncurkan roket New Glenn sebanyak dua kali tetapi hanya dengan pendorong roket baru. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah meluncurkan roket New Shepard yang lebih kecil, yang terutama digunakan untuk wisata luar angkasa suborbital, dengan komponen yang digunakan kembali dalam operasi yang kurang menantang secara teknis.

Ket. Foto: Roket New Glenn milik perusahaan Blue Origin saat dipersiapkan untuk diluncurkan di lokasi Launch Complex 36 di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida, pada awal pekan lalu. Pada Minggu (19/4) Blue Origin berhasil menggunakan kembali dan memulihkan pendorong untuk peluncuran roket New Glenn. — Sumber: AFP/BLUE ORIGIN

Pendekatan daur ulang yang inovatif ini muncul di tengah persaingan sengit antara perusahaan Bezos dan raksasa teknologi lainnya, Elon Musk, melalui SpaceX, yang juga telah berhasil memulihkan pendorong dari roket yang diluncurkan.

“Roket New Glenn, yang tingginya 98 meter, lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, dengan pendorong yang digunakan kembali sekitar pukul 07.25 pagi (1125 GMT) membawa satelit komunikasi untuk perusahaan AST SpaceMobile,” lapor kantor berita AFP.

Setelah lepas landas, kedua tahap roket terpisah, dengan tahap atas melanjutkan perjalanannya membawa satelit ke luar angkasa. Booster tersebut berhasil mendarat di platform terapung di Samudra Atlantik sekitar sembilan menit dan 30 detik setelah lepas landas.

Pada November lalu, Blue Origin berhasil memulihkan booster New Glenn untuk pertama kalinya, berhasil mengatasi tantangan teknis kompleks yang berpuncak pada pendaratan vertikal terkontrol di platform terapung.

Upaya sebelumnya pada Januari 2025 untuk memulihkan booster mengalami kegagalan setelah mesinnya gagal menyala kembali selama penurunan.

Booster yang digunakan dalam peluncuran hari Minggu telah diperbarui setelah penerbangan sebelumnya. Untuk penggunaan kembali untuk pertama kali ini, perusahaan mengganti semua mesinnya dan melakukan beberapa modifikasi lainnya.

Roket New Glenn merupakan inti dari ambisi luar angkasa Blue Origin karena Bezos bersaing dengan Musk dalam program Bulan Artemis NASA, dengan perusahaan luar angkasa mereka masing-masing mengembangkan wahana pendarat Bulan untuk badan antariksa AS.

AS sendiri saat ini tengah menggandakan upaya untuk mengirim kembali astronot ke permukaan Bulan pada tahun 2028, sebelum berakhirnya masa jabatan kedua Presiden Donald Trump dan tenggat waktu yang ditetapkan oleh saingan Tiongkok. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.