Reaktivasi Stasiun! KAI Tambah Titik Berhenti di Batang dan Pemalang
Minggu, 19 Apr 2026, 20:35 WIBSEMARANG â Aktivasi operasional stasiun kereta mencerminkan upaya menghidupkan kembali fungsi stasiun sebagai pusat mobilitas yang terintegrasi dan produktif.
Tidak sekadar membuka layanan, aktivasi ini menuntut optimalisasi fasilitas, penyesuaian jadwal perjalanan, serta peningkatan konektivitas dengan moda transportasi lain agar arus penumpang lebih efisien.
Dalam konteks ini, keberhasilan aktivasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, digitalisasi layanan, serta kemampuan manajemen dalam mengantisipasi lonjakan permintaan.
Jika tidak dirancang secara komprehensif, aktivasi operasional berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara kapasitas dan kebutuhan, yang pada akhirnya mengganggu kualitas layanan dan kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api.
PT KAI (Persero) mengaktifkan kembali operasional Stasiun Plabuan, Kabupaten Batang, dan Stasiun Comal, Kabupaten Pemalang, Jateng, untuk melayani pemberhentian penumpang baik berangkat maupun turun.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif di Semarang, Jateng, Minggu (19/4), mengatakan kebijakan aktivasi dua stasiun di Pantura Jawa Tengah itu merupakan langkah strategis KAI dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.
"Sebelum dioperasikan, dilakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan pemenuhan standar pelayanan minimum," katanya.
Pada tahap awal, kata dia, kedua stasiun yang akan dioperasikan mulai 27 April 2026 tersebut akan melayani penumpang KA Kaligung, KA Kamandaka, dan KA Joglosemarkerto.
Ia menambahkan masyarakat akan dapat lebih mudah bepergian ke berbagai kota seperti Semarang, Tegal, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, hingga Solo, melalui aktivasi kedua stasiun tersebut.
Ia menjelaskan KAI akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap tingkat okupansi dan animo masyarakat sebagai dasar pengembangan layanan ke depannya.
Selain itu, kata dia, KAI juga menambah jumlah KA yang berhenti di Stasiun Batang.
Kereta-kereta yang akan melayani penumpang naik dan turun di Stasiun Batang itu adalah KA Argo Muria, KA Tawangjaya, KA Menoreh, KA Kamandaka, KA Joglosemarkerto, dan KA Kaligung.
"Apabila animo masyarakat tinggi, KAI akan mempertimbangkan penambahan layanan maupun rute perjalanan lainnya," katanya.
Aktivasi operasional stasiun kereta harus dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan.
Keberhasilannya tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah penumpang, tetapi juga dari kualitas layanan, kelancaran integrasi antarmoda, serta kemampuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.
Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang adaptif, stasiun dapat bertransformasi menjadi simpul mobilitas modern yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah.
- PT KAI
- reaktivasi stasiun kereta
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Fenomena Karst Goa Halo Tabung di Berau jadi Wahana Wisata dan Edukasi Geologi
-
Libur Panjang Maulid Nabi, KAI Bandung Sediakan 60.717 Tiket Antisipasi Lonjakan Penumpang
-
Waspada Oli Palsu! Kenali Ciri-cirinya Agar Tak Salah Beli saat Harga Melonjak
-
Messi Dibungkam, Argentina Kehabisan Keajaiban saat Takluk dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
-
Perkuat Pertahanan, PSIM Rekrut Ahmad Agung
-
Wacana Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Mengubah Peta Industri Bisnis Sepak Bola Global
-
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.