Sukses Tidak Harus dari Tempat Mewah
Selasa, 23 Jun 2026, 10:40 WIBTANGERANG SELATAN - Ada yang berbeda di halaman Pizza Kaki Lima Pamulang, Sabtu sore. Di balik aroma kayu bakar yang mengepul dari tungku tradisional, puluhan pasang mata tampak serius menatap panggung kecil.
Mereka bukan sekadar pengunjung yang lapar akan pizza. Mereka adalah para pemimpi, pelaku usaha mikro, karyawan yang ingin merintis bisnis, hingga ibu-ibu rumah tangga yang ingin belajar dari kisah nyata bagaimana sebuah tenda pinggir jalan bisa viral dan memiliki pelanggan yang rela antre.
Nama Kharefa Ikramullah mungkin belum sebesar pengusaha nasional lainnya. Namun di dunia kuliner kakilima Pamulang, ia adalah bukti hidup bahwa konsistensi dan identitas kuat mampu mengubah takdir. Dari tungku kayu bakar sederhana, ia menghadirkan cita rasa smokey khas restoran premium dengan harga yang tetap bersahabat di kantong. Itulah daya tarik yang membuat pelanggannya datang lagi dan lagi.
Sabtu (20/6) lalu, Kharefa Ikramullah berbagi cerita secara terbuka di hadapan peserta acara "Belajar Bisnis Bareng" yang digagas oleh Billionairemindset.id. Acara ini bukan seminar formal dengan proyektor.
Peserta duduk sederhana di restoran pizza, merasakan langsung atmosfer usaha yang sesungguhnya. Suasana hangat dan cair membuat proses belajar terasa seperti obrolan santai antar sahabat.
Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini dipandu oleh dua MC yang saling melengkapi. Haqi tampil dengan percaya diri, membawa alur diskusi tetap fokus dan teratur. Sementara Kak Rosa hadir dengan suara penuh power yang membangkitkan semangat peserta sejak detik pertama. Kombinasi keduanya berhasil menciptakan suasana yang tidak pernah membosankan, penuh tawa, tapi tetap sarat makna.
Di atas panggung sederhana itu, Kharefa Ikramullah menyampaikan satu kalimat yang langsung menghentak:
"Kita sebagai manusia, teruslah belajar. Terima kasih atas kedatangan teman-teman yang juga membawa dampak positif bagi kita."
Ia tidak berbicara tentang formula sukses yang rumit. Ia berbicara tentang proses, tentang kerendahan hati, dan tentang bagaimana setiap orang yang datang ke usahanya justru menjadi bagian dari perjalanan belajarnya.
Surijaty Aminan, Ketua Umum Perwanti sekaligus Pengusaha Nasional, memberikan suntikan motivasi yang tak kalah kuat: "Kita bisa karena biasa. Bersama, kita pasti bisa!"
Kalimat itu seperti gema yang menyebar di antara peserta. Bahwa kesuksesan bukanlah milik orang-orang istimewa, melainkan milik mereka yang biasa-biasa saja tetapi tidak pernah berhenti mencoba, dan yang terpenting, mau melakukannya bersama-sama.
Sementara itu, Yossa Setiadi, seorang dosen, penulis, dan founder Bawang Goreng SOY, membedah sisi praktis bisnis dengan gaya yang aplikatif. Ia mengamati sendiri bagaimana para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat membahas topik-topik teknis: merekrut karyawan pertama, menjaga cita rasa agar tetap konsisten, hingga mempersiapkan diri untuk membuka cabang baru.
"Saya melihat ada energi yang berbeda hari ini. Mereka bukan hanya datang untuk mendengar, tapi untuk benar-benar berubah," ujar Yossa.
Kesuksesan acara ini tidak berdiri sendiri. Sebanyak 16 komunitas dan organisasi nasional turut mendukung penuh, menandakan bahwa ekosistem pengusaha Indonesia semakin solid. Mereka adalah @Billionairemindset.id, TanyaMentor, Matrix Asia, Indostarter, IPSA, Perwanti, Global Alumnus, ICOMMUNITY, PIC, SECI, GFGL, Komaku, Upakara, Kombis, dan Ika BINUS.
Ini bukan sekadar daftar nama. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah dunia usaha yang sering dianggap kompetitif. Mereka datang bukan untuk bersaing, tetapi untuk saling menguatkan.
Dengan biaya pendaftaran yang sangat terjangkau, peserta dari berbagai latar belakang bisa mengakses langsung ilmu dari para praktisi sukses. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis, tetapi juga pengalaman nyata dari pemilik usaha yang telah melalui pasang surut perjalanan bisnis.
Dua jam mungkin terasa singkat. Namun bagi puluhan peserta yang hadir, Sabtu sore itu menjadi titik balik. Mereka pulang dengan catatan di buku dan keyakinan di hati bahwa usaha kecil, sekecil apa pun, bisa bertumbuh jika dikelola dengan cinta, konsistensi, dan keberanian terus belajar.
Pizza Kaki Lima Pamulang hanyalah satu contoh. Ribuan usaha kakilima lain di Indonesia punya potensi yang sama. Yang diperlukan hanyalah ruang untuk belajar, komunitas untuk berbagi, dan nyali untuk memulai, dari mana pun, dengan apa pun.
"Ini bukan tentang pizza," pesan Kharefa Ikramullah di akhir acara. "Ini tentang mimpi yang kita rawat bersama."
Billionairemindset.id adalah komunitas pembelajaran dan pengembangan diri bagi para pengusaha dan calon pengusaha di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, komunitas ini secara rutin menghadirkan acara-acara inspiratif yang menghubungkan praktisi sukses dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
AS Jajaki Kerja Sama Maritim dengan Indonesia
-
Tatar Sunda Resto Bangkit Pasca-kebakaran, Inspirasi bagi Pengusaha Muda
-
Mengintip Rahasia Bisnis 1 Abad Pabrik Kecap Benteng SH di Tangerang
-
Di Tengah Perang, Pupuk Indonesia Jamin Pasokan Pupuk Dalam Negeri
-
Komunitas Budidaya dan Wirausaha Belajar Bareng di Gucang Farm Tangerang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.