Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren! Petani Bakal Nggak Pakai Solar Impor: Kementan Percepat Pemanfaatan B50 Buat Alat Pertanian

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 10:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keren! Petani Bakal Nggak Pakai Solar Impor: Kementan Percepat Pemanfaatan B50 Buat Alat Pertanian Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian melalui pengembangan biodiesel dan pengujiannya pada alat dan mesin pertanian (alsintan)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian melalui pengembangan biodiesel dan pengujiannya pada alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung modernisasi pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi bioreaktor biodiesel hybrid oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), yang dirancang untuk mengolah berbagai bahan baku minyak nabati menjadi biodiesel secara lebih efisien, fleksibel, dan terkontrol.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan biofuel menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar. Ini perintah langsung Presiden,” ujar Mentan Amran.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan pemanfaatan biodiesel, termasuk melalui program B50, menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi bioenergi merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi inovasi pertanian.

“Kami mendorong pengembangan bioreaktor biodiesel yang mampu menghasilkan bahan bakar secara efisien dengan kualitas yang stabil. Dengan demikian, biodiesel yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pada operasional alat dan mesin pertanian,” ujarnya, Jumat (17/4) di Jakarta.

Sebagai bentuk implementasi, BRMP melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) telah melakukan uji kinerja lapangan alsintan berbahan bakar B50 bekerja sama dengan LEMIGAS pada awal April lalu.

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menjelaskan bahwa pengujian ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis penggunaan biodiesel dalam kondisi operasional nyata.

“Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa alsintan, mulai dari keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, hingga stabilitas operasional di lapangan. Hasilnya akan menjadi dasar dalam pengembangan mekanisasi pertanian berbasis energi alternatif, sejalan dengan dukungan terhadap program B50,” jelasnya.

Pengujian dilakukan pada berbagai jenis alsintan, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, serta pompa air, termasuk pengujian cold-startability untuk memastikan mesin tetap dapat beroperasi setelah periode penyimpanan tertentu.

Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium maupun lapangan, penggunaan biodiesel B50 menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Parameter utama seperti daya, konsumsi bahan bakar, efisiensi kerja, serta performa operasional telah memenuhi standar SNI yang ditetapkan.

Hasil ini menunjukkan bahwa biodiesel B50 berpotensi diterapkan pada alat dan mesin pertanian tanpa memberikan dampak negatif terhadap performa maupun keandalan operasional.

Melalui pengembangan teknologi bioreaktor biodiesel dan pengujian implementatif di lapangan, Kementerian Pertanian terus mendorong integrasi inovasi bioenergi dan mekanisasi pertanian. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta memperkuat fondasi pertanian modern yang berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan program B50 nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Terjadi Desember 2026

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Ungkap Puncak Musim Hu...
Nasional
Mendukbangga Sebut Tiga Isu...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.