Tsitsipas Kian Terpuruk, Peringkat Dunia Terancam Terjun Bebas

Jumat, 17 Apr 2026, 00:40 WIB

MUNICH, JERMAN - Kegagalan kembali menghantam Stefanos Tsitsipas di turnamen Munich Open. Petenis Yunani itu tersingkir di babak pertama usai kalah dari Fabian Marozsan, hasil yang semakin menegaskan penurunan performanya dalam beberapa waktu terakhir.

Pertandingan yang sempat tertunda karena gelap pada haru Selasa dilanjutkan Rabu (15/4) waktu setempat dalam posisi imbang 2-2 di set penentuan. Namun Tsitsipas akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 3-6, 7-6(5), 6-4. Kekalahan ini dipastikan membuat peringkatnya terjun bebas ke kisaran 70 besar dunia, posisi terendah dalam delapan tahun terakhir.

Ket. Foto: Stefanos Tsitsipas. — Sumber: AFP

Keputusan Tsitsipas untuk tampil di Munich tahun ini, alih-alih mengikuti turnamen rutinnya di Barcelona, justru berbuah hasil pahit. Ia menyadari, semakin turun peringkatnya, semakin berat pula lawan yang harus dihadapi sejak babak awal turnamen.

“Saya sadar mungkin harus menghadapi pemain-pemain top lebih awal di berbagai turnamen tahun ini,” ujar Tsitsipas kepada Tennis TV.

“Memang tidak mudah, tapi saya menerima tantangan ini. Saya juga menerima kondisi saya saat ini, ini bagian dari proses untuk kembali ke level yang seharusnya.”

Tsitsipas sempat digadang sebagai bintang masa depan tenis dunia sejak menembus level elite delapan tahun lalu. Namun sejak mencapai final Prancis Open 2021 dan Australia Open 2023, performanya cenderung tidak stabil dan gagal menunjukkan konsistensi.

Cedera punggung yang terus mengganggu turut merusak paruh kedua musim 2025. Memasuki tahun ini, target utamanya hanyalah kembali kompetitif. Sejauh ini, pencapaian terbaiknya hanya mencapai perempat final di Doha.

Sorotan juga datang terkait profesionalismenya. Mantan pelatihnya, Goran Ivanisevic, sempat melontarkan kritik tajam usai Tsitsipas tersingkir di babak pertama Wimbledon tahun lalu, dengan menyebutnya sebagai salah satu pemain “paling tidak siap” yang pernah ia lihat.

Menjelang tampil di Munich, Tsitsipas mengungkapkan kemungkinan turun di lebih banyak turnamen level ATP 250 demi mengembalikan ritme permainan. Geneva Open menjadi satu-satunya ajang kategori tersebut sebelum Roland Garros yang dimulai 24 Mei mendatang.

“Saya tipe pemain yang butuh banyak pertandingan. Saya perlu bermain dalam banyak set untuk merasakan permainan saya kembali,” ujarnya.

“Saya ingin tampil di banyak turnamen dalam beberapa pekan ke depan, tentu dengan tetap selektif dalam memilih jadwal.”

Dengan peringkat yang terus merosot dan tekanan yang semakin besar, Tsitsipas kini berada di persimpangan penting dalam kariernya, bangkit atau semakin tertinggal dari jajaran elite tenis dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.