Menteri ESDM Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Jumat, 17 Apr 2026, 18:02 WIBJAKARTAÂ - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 nasional. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang rentan terdampak gejolak harga energi global belakangan ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan itu mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut disampaikan setelah Presiden menyelesaikan lawatan kerja kenegaraan ke Russia dan Prancis pada pekan ini.
Usai menghadap presiden di Istana Negara Bahlil memastikan, kondisi pasokan energi nasional masih tetap terjaga baik. Pemerintah menilai ketersediaan solar, bensin, dan LPG masih berada di atas batas minimum nasional.
"Saya sampaikan kepada publik, bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG, Insyaallah aman. Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun." ujar dia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (16/4) lalu.
Dari sisi fiskal pemerintah menilai kebijakan penahanan harga tersebut masih aman dijalankan sampai akhir tahun ini. Penilaian itu didukung harga minyak mentah Indonesia yang masih berada di bawah asumsi anggaran negara.
Kondisi tersebut membuat ruang fiskal pemerintah dinilai masih cukup kuat menjaga subsidi energi bagi masyarakat luas. Pemerintah menilai kebijakan itu tidak menambah beban baru bagi anggaran maupun masyarakat.
"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dollar itu sudah aman BBM. Sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD77, jadi kita itu baru split USD7," kata dia.
Sementara itu pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar satu juta barel minyak setiap hari untuk konsumsi nasional. Konsumsi bahan bakar minyak nasional mencapai 1,6 juta barel per hari dengan produksi domestik sekitar 600 ribu.
Pemerintah juga membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Russia pada pasokan minyak mentah strategis. Pembahasan turut mencakup pengembangan infrastruktur pendukung untuk memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang.
"Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up, sudah siap untuk masuk. Tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage, nanti baru kami akan sampaikan," ucap Bahlil. ils/I-1
- BBM subsidi
- Menteri ESDM
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Gempa Bumi Guncang NTT, Pemprov Tetapkan Tanggap Darurat hingga 28 Agustus 2026.
-
Daftar Rekap Transfer Sementara Super League, Klub-klub Ini Lakukan Perombakan Signifikan
-
Kemudahan Akses Pembiayaan, Komisi VI DPR RI Sosialisasikan Kemitraan BUMN di Situbondo
-
Wisatawan Diminta Waspada, Objek Wisata Oro-oro Kesongo Blora Kembali Semburkan Lumpur
-
KPK Usut Dugaan Suap PT Blueray Cargo kepada Pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai.
-
New Zealand Bidik Posisi dalam Aliansi Ocean of Peace
-
WFP Peringatkan El Nino Ancam Krisis Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.