Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

45 SPPG di Pamekasan Bermasalah, Satgas MBG Beri Teguran

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 08:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
45 SPPG di Pamekasan Bermasalah, Satgas MBG Beri Teguran Doc: Pemkab Pamekasan
Ket. Satgas MBG dan Badan Gizi Nasional menggelar rapat bersama di Pamekasan membahas temuan hasil pemantauan kelayanan dapur MBG. ANTARA/

PAMEKASAN - Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menemukan sebanyak 45 dari total 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah itu bermasalah.

"Ini sesuai dengan hasil pemantauan bersama yang kami lakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam sepekan terakhir ini," kata Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto di Pamekasan, Kamis.

Ia menjelaskan jenis persoalan pada 45 SPPG itu antara lain berupa tempat masak atau dapur yang kotor dan belum memenuhi standar yang telah ditetapkan BGN, serta pola penyajian menu kurang hati-hati.

Selain itu, kata dia, satgas juga menemukan pengelola SPPG banyak menggunakan juru masak yang berkinerja kurang baik.

"Karena itu terkait temuan pekerja SPPG yang kurang bagus ini, BGN merekomendasikan agar pengelola memberikan pelatihan teknis tentang cara menyajikan dan memasak menu makanan," katanya.

Sukriyanto yang juga Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan itu lebih lanjut menjelaskan Satgas MBG dan BGN telah memberikan teguran langsung kepada pengelola 45 SPPG yang bermasalah tersebut.

"Intinya, kami meminta agar pengelola SPPG harus terus meningkatkan dan memberikan pelayanan terbaik. Untuk dapur yang bermasalah tersebut, harus segera memenuhi standar dari BGN," katanya.

Persoalan lain yang juga terjadi di Pamekasan pada Program MBG, lanjut dia, adanya SPPG yang belum memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

"Di Pamekasan ada dua SPPG yang belum memiliki IPAL, yakni SPPG di Desa Murtajih dan Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan," katanya.

Terkait SPPG yang belum memiliki IPAL tersebut, BGN telah menhentikan sementara operasional kedua SPPG tersebut dan akan diperkenankan untuk beroperasi lagi apabila IPAL sudah tersedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.