- Home
-
- Luar Negeri
-
- IMF Khawatir Blokade Selat...
IMF Khawatir Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Pasokan Global
Kamis, 16 Apr 2026, 10:06 WIBWASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) mengkhawatirkan terkait gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh penghentian lalu lintas di Selat Hormuz, kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada Rabu (15/4).
"Ya, kami prihatin tentang kerusakan fisik dalam rantai pasokan. Kami sudah melihat, terutama di Asia yang sangat bergantung pada impor dari Teluk, bahwa ada kekurangan; tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga nafta, helium," kata Georgieva dalam sebuah arahan.
Dia menambahkan bahwa dampak gangguan tersebut bisa meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Georgieva juga menyarankan agar negara-negara mengadopsi langkah-langkah penghematan energi, seperti membuat transportasi umum gratis atau mendorong kerja jarak jauh.
Terkait pasokan bahan bakar, Georgieva menilai April akan menjadi masa yang lebih sulit daripada bulan sebelumnya, dalam hal gangguan pasokan bahan bakar global.
"Kami sangat prihatin dengan dampak gangguan pasokan minyak dan gas; yang juga kami sadari adalah Maret merupakan bulan yang sulit, tetapi April mungkin akan lebih sulit lagi. Kenapa? Karena kapal tanker yang berangkat sebelum 28 Februari telah sampai di tujuan dan tidak ada pengiriman baru yang akan datang," ujar Georgieva.
Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran, yang dimulai sejak serangan pada akhir Februari lalu, menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Hal itu juga berpengaruh terhadap aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Angkatan Laut AS pun, Senin (13/4), mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada kedua sisi jalur air tersebut.
Washington menegaskan bahwa kapal selain Iran bebas untuk melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar bea masuk kepada Teheran.
Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.
- Blokade Selat Hormuz
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kapal Super Tanker Iran Berhasil Mencapai Selat Lombok setelah Menghindari Blokade Angkatan Laut AS
-
Kapal Tanker Tiongkok Lolos dari Blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz
-
Iran Menarget Kapal-kapal Angkatan Laut AS setelah Kapal Tanker Diserang
-
PBB: Puluhan Juta Orang Berisiko Kelaparan karena Blokade Selat Hormuz Hambat Pengiriman Pupuk
-
Penjualan Tiket Whoosh Periode Lebaran 2026 Capai 293 Ribu Tiket
-
NATO Tolak Gabung dengan AS Blokade Selat Hormuz
-
Menhan AS Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Belum Berakhir Meskipun Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.