Sejumlah Daerah Mulai Kekurangan Pasokan LPG

Rabu, 15 Apr 2026, 13:03 WIB

JAKARTA -  Beberapa daerah mulai merasakan kekurangan pasokan LPG seperti di Pamekasan dan Mimika. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur menduga kelangkaan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram yang terjadi di wilayah itu, karena ulah oknum pengecer.  

"Sebab berdasarkan pantauan tim gabungan yang terdiri dari tim Pemkab Pamekasan dan Polres Pamekasan yang dilakukan dalam dua hari ini ke distributor pangkalan dan agen LPG pasokan dari distributor tidak berkurang," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UMK-Naker) Pemkab Pamekasan Achmad Sjaifudin, Selasa.

Ket. Foto: kekurangan lpg — Sumber: ist

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir ini, tim gabungan Pemkab Pamekasan terjun secara langsung ke sejumlah distributor dan agen LPG di Pamekasan. Tim memeriksa langsung data distribusi dan berdialog secara langsung pula dengan pemilik distributor dan agen.

"Hasilnya menunjukkan bahwa distribusi LPG dari tingkat distributor hingga agen masih dalam kondisi normal dan tidak mengalami pengurangan kuota. Temuan di lapangan, jumlah LPG yang disalurkan tidak berubah. Karena itu, persoalan yang muncul diduga terjadi kelangkaan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram tersebut di tingkat pengecer," katanya.

Apalagi, sambung Achmad, di sejumlah daerah memang ditemukan ada oknum pengecer yang menimbun LPG tabung 3 kilogram tersebut dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari kelangkaan tersebut. "Ketika barang ditimbun, otomatis menjadi langka dan berdampak pada kenaikan harga. Ini yang membuat warga kesulitan untuk membeli LPG tabung 3 kilogram tersebut," katanya.

Karena itu, ia mengingatkan, agar para pengecer tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan pribadi karena hal itu merupakan pelanggaran. Sementara itu, kelangkaan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram di Pamekasan telah berlangsung selama sepekan lebih dan menyebabkan harga jual di tingkat pengecer mahal, yakni antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.

Mimika Minta Ditambah

Sementara itu,  para distributor LPG di Timika, Papua Tengah meminta PT Pertamina (Persero) Patra Niaga menambah kuota pembelian bahan bakar gas itu untuk memenuhi kebutuhan warga setempat yang terus meningkat.

Direktur Utama PT Mitra Indimatam Andi Tajerimin di Timika, Rabu, mengatakan selaku salah satu distributor LPG di wilayah Timika, perusahaannya mendatangkan LPG dari Makassar, Sulawesi Selatan dengan kuota yang sangat terbatas.

"Pertamina membatasi pembelian LPG dari agen untuk wilayah Mimika. Kami tidak tahu apa alasannya, tapi karena adanya pembatasan tersebut maka situasi kelangkaan bahan bakar LPG di Timika masih akan terus terjadi," kata Tajerimin.

Ia mengatakan PT Mitra Indimatam telah mengembalikan sebanyak 5.000 tabung kosong sekaligus membayar kepada PT Pertamina Patra Niaga di Makassar untuk bisa mengisi kembali LPG agar dikirim ke Timika.

Namun hingga sekarang pihak Pertamina Patra Niaga tidak bisa merealisasikan semua permintaan tersebut.

"Kami dijanjikan hari Kamis (16/4/2026) nanti sebanyak 700 tabung, lalu sisanya mau di kemanakan? Sementara permintaan LPG di Timika sekarang ini sangat besar dan stok yang tersedia sudah semakin menipis," jelasnya.

Menurut Tajerimin, kapal milik PT Indimatam Grup saat ini sedang berlayar menuju Pelabuhan Makassar dengan mengangkut 8.000-an tabung kosong ukuran 12 kilogram (kg), 2.000 tabung kosong ukuran 5,5 kg dan 1.000 tabung kosong ukuran 50 kg.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.