Kericuhan Royaltrans Akibat Tiket Online, Transjakarta: Kami Perbaiki Sosialisasi Sistem

Rabu, 15 Apr 2026, 20:15 WIB

JAKARTA - PT Transjakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemesanan kursi (booking seat) pada layanan bus Royaltrans setelah terjadi kericuhan penumpang pada Rabu (15/4/2026). Insiden ini dipicu oleh minimnya pemahaman pengguna terkait perubahan mekanisme pembelian tiket yang kini dilakukan secara daring.

Kericuhan tersebut sempat viral di media sosial setelah sejumlah penumpang mengeluhkan sulitnya mendapatkan kursi. Banyak pelanggan merasa dirugikan karena harus berebut kuota melalui aplikasi tanpa adanya opsi pembelian langsung di lokasi.

Ket. Foto: PT Transjakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemesanan kursi (booking seat) pada layanan bus Royaltrans setelah terjadi kericuhan penumpang pada Rabu (15/4/2026). Insiden ini dipicu oleh minimnya pemahaman pengguna terkait perubahan mekanisme pembelian tiket yang kini dilakukan secara daring. — Sumber: Instagram/@pt_transjakarta

Sejumlah pengguna bahkan dilaporkan gagal berangkat akibat kehabisan tiket sejak awal karena sistem sudah penuh. Kondisi ini memicu kebingungan di lapangan, terutama bagi penumpang yang belum terbiasa menggunakan sistem reservasi digital.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada hari pertama penerapan sistem tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sebenarnya dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.

"Implementasi sistem booking seat (pemesanan kursi) adalah inovasi yang dihadirkan untuk memberikan kepastian tempat duduk serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, pasti, dan terencana bagi pelanggan," kata Ayu Wardhani.

Menurutnya, perubahan sistem ini bertujuan menghindari praktik saling berebut kursi di dalam bus serta memberikan kepastian bagi penumpang sebelum keberangkatan. Namun, kurangnya sosialisasi membuat sebagian masyarakat belum memahami mekanisme baru tersebut.

Untuk mengatasi kondisi di lapangan, Transjakarta langsung menyiagakan petugas di sejumlah titik layanan. Petugas ini bertugas memberikan edukasi serta membantu penumpang dalam melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi.

Selain itu, manajemen juga memberikan fleksibilitas dengan tetap membuka pemesanan tiket pada hari keberangkatan atau hari H. Hal ini berlaku selama kursi masih tersedia dalam sistem aplikasi, sehingga penumpang masih memiliki peluang untuk bepergian.

Kini, pengguna layanan Royaltrans dapat melakukan pemesanan kursi melalui aplikasi TJ: Transjakarta hingga tujuh hari sebelum jadwal keberangkatan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan dengan lebih matang.

Transjakarta juga berupaya meningkatkan transparansi informasi dengan memperbarui ketersediaan kursi secara berkala melalui media sosial resmi. Informasi tersebut disampaikan melalui fitur Instagram Story di akun resmi agar mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan langkah evaluasi dan perbaikan ini, Transjakarta berharap sistem booking seat dapat berjalan lebih optimal ke depannya. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri menggunakan aplikasi guna mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terencana.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.