Kepala BRIN Dorong Pemanfaatan Teknologi Metal Organic Framework untuk Krisis Air dan Energi

Rabu, 15 Apr 2026, 15:55 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan urgensi adopsi teknologi mutakhir guna membentengi bangsa dari ancaman krisis air dan energi yang kian nyata.

Dalam Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset di Jakarta, Rabu (15/4), Arif menyoroti potensi besar teknologi pemanen air dari udara serta inovasi Metal Organic Framework (MOF) hasil temuan dua peraih Nobel 2025, Omar Yaghi dan Susumu Kitagawa.

Ket. Foto: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset di Jakarta, Rabu (15/4). — Sumber: ANTARA/HO-BRIN

Terobosan ini dinilai menjadi kunci utama untuk mengubah cara konvensional dalam mengeksploitasi sumber daya, dari yang semula berbasis tanah dan laut menjadi pemanfaatan elemen di atmosfer secara masif dan efisien.

"Omar Yaghi, salah seorang peraih Nobel pada tahun 2025, menemukan teknologi yang bisa 'memanen' air dari udara. Jadi, inilah sebuah terobosan yang harus benar-benar kita cermati, kemudian kita pun dituntut untuk bisa 'memanen'. Sekarang ini bukan dari tanah, bukan dari laut, sekarang kita saatnya harus memanen dari udara," katanya.

Arif menyebutkan hal serupa juga bisa dilakukan untuk 'memanen' energi melalui penemuan Metal Organic Framework oleh ilmuwan Jepang, Susumu Kitagawa, yang bersanding dengan Omar Yaghi sebagai peraih Nobel 2025.

Ia menilai kedua temuan tersebut harus dikembangkan secara bersama-sama guna menciptakan efisiensi penyimpanan gas yang jauh lebih baik untuk kebutuhan masyarakat luas.

"Mestinya kalau inovasi ini sudah benar-benar berkembang dan sangat masif di masyarakat, persoalan krisis energi yang kita hadapi ini bisa benar-benar diantisipasi," ujarnya.

Arif menjelaskan bahwa dengan efisiensi tersebut, penggunaan tabung LPG 12 kilogram di skala rumah tangga yang biasanya habis dalam satu bulan, nantinya dapat bertahan hingga dua atau dua setengah bulan.

Untuk merealisasikan efisiensi energi tersebut, BRIN saat ini mulai melakukan riset melalui kerja sama langsung dengan Prof Susumu Kitagawa dari Kyoto University.

Kerja sama ini diwujudkan melalui pembangunan laboratorium gabungan (joint lab) antara Kyoto dan BRIN yang berlokasi di Serpong, dengan harapan dapat menghasilkan temuan-temuan baru yang bermanfaat.

"Jadi, banyak teknologi lama yang memang absolute, tidak bisa lagi dipertahankan dan harus diganti dengan hal-hal baru," ucap Arif Satria.

  • krisis energi
  • brin
  • arif satria
  • krisis air
  • metal organic framework

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.